bytedaily
Senin, 27 Juli 2026 - 07:58 WIB

Konsolidasi Pelita Air ke Garuda Indonesia Diwacanakan untuk Perkuat Industri Penerbangan Nasional

Redaksi 27 Juli 2026 1 views
Konsolidasi Pelita Air ke Garuda Indonesia Diwacanakan untuk Perkuat Industri Penerbangan Nasional
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Danantara bersama Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) tengah mengkaji potensi konsolidasi maskapai BUMN dengan menggabungkan Pelita Air ke dalam Garuda Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat industri penerbangan nasional.

Menurut Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, Garuda Indonesia nantinya akan berperan sebagai holding maskapai BUMN, dengan Pelita Air menjadi bagian dari entitas tersebut. Dony meyakini bahwa konsolidasi ini akan meningkatkan kapasitas grup maskapai dalam menghadapi persaingan industri penerbangan yang ketat, sehingga perusahaan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar.

Dony menekankan bahwa industri penerbangan memerlukan ketelitian tinggi dan pengambilan keputusan yang cepat dalam setiap aspek operasionalnya. Ia menjelaskan bahwa setiap penerbangan dapat diukur keuntungan atau kerugiannya sesaat setelah pesawat lepas landas, sehingga analisis terhadap setiap rute dan konektivitas menjadi sangat penting.

Sejalan dengan rencana konsolidasi, BP BUMN dan Danantara juga mendorong peningkatan standar layanan Garuda Group secara menyeluruh, mencakup tahapan sebelum penerbangan (pre-flight), selama penerbangan (in-flight), hingga setelah penerbangan (post-flight). Peningkatan layanan ini akan dilakukan melalui integrasi sistem penjualan tiket, perbaikan kualitas lounge, peningkatan pengalaman di dalam kabin, standar pelayanan awak kabin, kualitas katering, penguatan program loyalitas pelanggan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Dengan adanya konsolidasi dan peningkatan kualitas layanan di seluruh rantai perjalanan penumpang, Garuda Group ditargetkan dapat menjadi maskapai pilihan utama masyarakat Indonesia dan meningkatkan daya saingnya sebagai pemain utama di kancah regional.

Informasi dari sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Senin (20/7/2026) melaporkan bahwa penghematan uang negara dari penutupan, merger, dan konsolidasi 250 BUMN hingga 31 Juli 2026 telah mencapai Rp 50 triliun. Penghematan ini berasal dari pemangkasan biaya rutin seperti gaji direksi, komisaris, sewa gedung, dan pengeluaran lainnya. Presiden Prabowo menargetkan jumlah BUMN tersisa maksimal 350 pada akhir 2026 dari sebelumnya 1.077, dengan estimasi penghematan anggaran mendekati Rp 70 triliun hingga Rp 80 triliun, dan memandang Danantara sebagai salah satu capaian penting pemerintahannya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.