bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Bank JTrust Indonesia Tbk atau J Trust Bank mencatat penyaluran kredit sebesar Rp29,25 triliun hingga Juni 2026. Nilai itu naik 8,59 persen dari Rp26,94 triliun pada akhir 2025.
Seiring pertumbuhan kredit, kualitas aset perseroan juga membaik. NPL neto turun dari 2,26 persen pada akhir 2025 menjadi 1,78 persen pada Juni 2026. Pada periode yang sama, total aset bank tercatat Rp39,83 triliun.
Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai menyatakan perseroan akan menjaga kualitas portofolio kredit secara hati-hati sambil mengembangkan usaha di segmen komersial, korporasi, dan ritel. Pernyataan itu disampaikan dalam Public Expose J Trust Bank di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp33,92 triliun, tumbuh 1,08 persen dibandingkan akhir 2025. Giro naik dari Rp3,93 triliun menjadi Rp6,29 triliun, sedangkan tabungan tercatat Rp3,12 triliun.
Peningkatan dana murah tersebut turut menurunkan biaya dana atau Cost of Fund (CoF) menjadi 4,69 persen, dari 5,27 persen pada Desember 2025. Ritsuo mengatakan bank akan mengoptimalkan efisiensi biaya dana dan meningkatkan porsi giro serta tabungan melalui layanan berbasis teknologi yang menyesuaikan kebutuhan transaksi nasabah.
Modal J Trust Bank bertambah menjadi Rp3,71 triliun dari Rp3,15 triliun pada akhir 2025. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) naik menjadi 14,53 persen dari 12,53 persen.
J Trust Bank membukukan laba bersih Rp80,23 miliar pada semester I 2026. Untuk meningkatkan profitabilitas, perseroan menyiapkan pengembangan pendapatan berbasis komisi, kredit sindikasi, transformasi digital, serta modernisasi sistem inti perbankan.