bytedaily - Di tengah kenaikan harga bensin yang terus meroket dan krisis inflasi yang menggerogoti keuangan, keinginan untuk memiliki mobil yang menyenangkan tetap ada. Baik Anda sedang mencari mobil pertama yang seru atau ingin mengganti kendaraan yang lebih mahal, pasar mobil bekas menawarkan berbagai pilihan menarik dengan anggaran terbatas. Mobil-mobil ini dirancang untuk dikendarai dan dinikmati, bukan untuk dijadikan koleksi yang minim kilometer.
Dilansir dari jalopnik.com, daftar ini sengaja menghindari pilihan umum seperti Miata, E30, GTI, atau Mustang. Fokusnya adalah pada kendaraan yang mungkin terlupakan atau terabaikan di tengah banyaknya rekomendasi, menawarkan sesuatu yang sedikit berbeda. Tujuannya adalah untuk menyajikan pilihan yang dapat menarik berbagai selera, mulai dari mobil grand tourer yang nyaman untuk perjalanan jauh hingga mesin kompak untuk ajang autocross atau track day.
Salah satu mobil yang kurang mendapat perhatian namun sangat mumpuni adalah Lexus SC. Mobil ini menawarkan pengalaman grand touring terbaik di era 1990-an. Meskipun tersedia dengan mesin 2JZ inline-six, varian 4.0-liter 1UZ V8 lebih direkomendasikan untuk perjalanan jauh. Mobil ini memiliki tenaga yang cukup, nyaman dikendarai, dan jika dirawat dengan baik, dapat bertahan sangat lama. Meskipun mungkin bukan yang tercepat, paling lincah, atau paling irit bahan bakar, Lexus SC adalah coupe mewah yang setara, bahkan lebih baik, dari kompetitor asal Jerman pada masanya.
Sebagai bukti keunggulannya, majalah Car and Driver pernah membandingkan Lexus SC400 dengan Aston Martin. Larry Griffin, salah satu penguji, menyatakan bahwa SC400 yang berharga jauh lebih murah mampu membuat Aston Martin terasa seperti anekdot yang tidak relevan. Lexus SC400 bertenaga V8 mampu melibas seperempat mil dalam waktu 15 detik lebih sedikit, dan dengan teknologi ban era awal 1990-an, mobil ini mampu mencatat 0,86g di skidpad. Meskipun terasa kurang bertenaga dibandingkan standar mobil modern, SC400 menawarkan gaya dan kenyamanan berkendara khas 1990-an untuk perjalanan lintas negara. Dengan banyak unit tersedia di bawah Rp 150 juta, mobil ini memenuhi kriteria terjangkau, meskipun kesenangan berkendaranya mungkin memerlukan apresiasi tersendiri.
Sementara itu, Porsche Boxster generasi awal, khususnya model 2.5 liter non-S dari tahun 1997 hingga 1999, dianggap sebagai yang terbaik oleh sebagian kalangan. Meskipun model selanjutnya hadir dengan tenaga lebih besar dan transmisi enam percepatan, Boxster awal memiliki nuansa yang lebih mentah. Mesin 2.5 liter menghasilkan suara raungan yang khas, dan suara intake saat akselerasi penuh menjadi daya tarik tersendiri. Konfigurasi mesin tengahnya...
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.