bytedaily - Industri penerbangan global menghadapi lonjakan harga tiket yang signifikan, dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia. Di Taiwan, maskapai penerbangan mengumumkan kenaikan tarif hingga 157% untuk penerbangan internasional mulai 7 April mendatang. Badan Penerbangan Sipil dan Kementerian Perhubungan Taiwan mengkonfirmasi penyesuaian biaya tambahan ini.
Maskapai seperti China Airlines dan Eva Air akan menaikkan biaya tambahan penerbangan. Untuk rute jarak pendek, biaya tambahan akan naik dari US$27,5 menjadi US$45, sementara penerbangan jarak jauh akan mengalami kenaikan dari US$46,5 menjadi US$117. Kenaikan rata-rata sekitar US$3 juga diberlakukan untuk tiket domestik.
Keputusan ini sejalan dengan tren internasional untuk menyesuaikan tarif guna mencerminkan fluktuasi pasar, sebagaimana diungkapkan oleh Direktur Jenderal CAA, Ho Shu-ping. Beberapa maskapai Tiongkok seperti Air China juga berencana menerapkan tambahan bahan bakar serupa. Maskapai internasional lain seperti Air France-KLM, Air India, Qantas, dan SAS turut mengambil langkah serupa dalam penyesuaian tarif.
Kenaikan harga tiket pesawat ini berakar pada melonjaknya harga minyak dunia. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, Iran, serta penutupan Selat Hormuz telah mendorong harga minyak mentah Brent naik 7% menjadi US$108,15 per barel.