bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 22:51 WIB

Manchester City Hadapi Misi Sulit "Remontada" Kontra Real Madrid di Liga Champions

Redaksi 17 Maret 2026 11 views
Manchester City Hadapi Misi Sulit "Remontada" Kontra Real Madrid di Liga Champions
Ilustrasi: Manchester City Hadapi Misi Sulit "Remontada" Kontra Real Madrid di Liga Champions

bytedaily - Manchester City dipaksa mengusung misi sulit untuk membalikkan keadaan atau "remontada" menghadapi Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Tertinggal agregat 0-3 dari leg pertama, The Citizens wajib menang dengan selisih minimal empat gol demi melaju ke perempat final.

Sejarah mencatat bahwa pembalikan keadaan dramatis bukan hal mustahil di Liga Champions. Beberapa momen epik seperti Liverpool mengalahkan AC Milan di final 2005, AS Roma mempermalukan Barcelona di tahun 2018, dan Liverpool membalas Barcelona di 2019, menjadi bukti. Bahkan, Real Madrid sendiri pernah merasakan euforia "remontada" saat menyingkirkan Manchester City di semifinal 2021/2022, bangkit dari kekalahan leg pertama.

Dalam duel kali ini, Manchester City dihadapkan pada situasi yang mirip. Meskipun memiliki keunggulan dalam hal jumlah pemain yang cedera, dengan hanya Josko Gvardiol dan Rico Lewis yang diragukan tampil, mereka harus menghadapi Real Madrid yang justru tampil impresif di tengah badai cedera yang menimpa delapan pemain intinya. Kekalahan di leg pertama, di mana Federico Valverde mencetak hattrick, menunjukkan bahwa Los Blancos memiliki strategi yang efektif.

Analisis performa di leg pertama menunjukkan kelemahan Manchester City. Taktik Pep Guardiola tampaknya sudah terbaca oleh lawan, dengan performa beberapa pemain yang dinilai rendah. Sebaliknya, Real Madrid menampilkan kolektivitas dan kejeniusan individu, terutama dalam memanfaatkan pergerakan tanpa bola. Pola pertahanan City yang terlalu fokus pada bola membuat mereka rentan terhadap serangan balik.

Menghadapi tantangan ini, Pep Guardiola dituntut untuk melakukan penyesuaian taktis. Ia perlu menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih cerdik dalam membaca pergerakan lawan. Perubahan komposisi pemain, seperti mengganti Savinho dengan Antoine Semenyo di sayap kanan, juga menjadi salah satu opsi untuk membongkar pertahanan Real Madrid.