bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, sejumlah maskapai penerbangan telah membatalkan dan mengubah rute penerbangan mereka sebagai respons terhadap konflik yang terjadi di Timur Tengah. Gangguan ini memaksa maskapai di luar kawasan Teluk untuk mengalihkan penerbangan antara Eropa dan Asia menjauhi pusat-pusat utama di wilayah tersebut.
Beberapa maskapai Yunani akan melanjutkan penerbangan ke Tel Aviv dari Heraklion, Rhodes, dan Larnaca mulai 21 Mei. Namun, penerbangan dari Thessaloniki ke Tel Aviv dibatalkan hingga 26 Juni. Maskapai lain membatalkan penerbangan ke Dubai hingga 31 Agustus, sementara penerbangan ke Erbil dan Baghdad dibatalkan hingga 2 Juli.
Maskapai Rusia mengumumkan akan melanjutkan penerbangan ke Uni Emirat Arab mulai 1 Juni. Sementara itu, maskapai Latvia, airBaltic, membatalkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 28 Juni dan ke Dubai hingga 24 Oktober. Maskapai Kanada juga membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Dubai hingga 7 September.
Maskapai Spanyol telah membatalkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 28 Juni. Air France menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 7 Juni, serta ke Beirut dan Dubai hingga 10 Juni, dan ke Riyadh hingga 27 Mei. KLM menangguhkan penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 12 Juli, dan ke Dubai hingga 2 Agustus.
Maskapai Hong Kong menangguhkan penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga 31 Agustus, serta layanan kargo ke Dubai dan Riyadh hingga 31 Mei. Maskapai ini berencana mengoperasikan semua penerbangan terjadwal setelah 1 Juni. Maskapai Amerika Serikat memperpanjang penangguhan layanan rute Atlanta-Tel Aviv hingga 18 Desember dan berencana melanjutkan penerbangan New York-JFK ke Tel Aviv pada 6 September. Peluncuran rute Boston-Tel Aviv yang semula direncanakan pada akhir Oktober ditunda tanpa batas waktu.
Maskapai Finlandia membatalkan penerbangan ke Doha hingga 2 Juli, sambil terus menghindari wilayah udara Irak, Iran, Suriah, dan Israel. Penerbangan ke Dubai baru akan dimulai kembali pada Oktober. British Airways menunda kembali penerbangan ke Dubai, Doha, dan Tel Aviv hingga 1 Agustus, serta berencana mengurangi frekuensi penerbangan ke Timur Tengah saat layanan kembali dibuka, sekaligus menghentikan Jeddah sebagai tujuan permanen.
Maskapai ini juga berencana mengurangi layanan ke Dubai, Doha, Riyadh, dan Tel Aviv menjadi satu penerbangan harian. Maskapai berbiaya rendah IAG, Iberia Express, telah membatalkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 31 Mei. Japan Airlines menangguhkan penerbangan terjadwal Tokyo-Doha hingga 31 Juli dan Doha-Tokyo hingga 1 Agustus.
Maskapai Polandia menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 30 Mei, ke Riyadh hingga 30 Juni, dan ke Beirut dari 31 Maret hingga 27 Juni. LOT berencana mengoperasikan rute musim dinginnya ke Dubai pada Oktober. Austrian Airlines akan memulai kembali operasi ke Tel Aviv mulai 1 Juni, sementara SWISS, ITA Airways, dan Lufthansa berencana melanjutkan penerbangan pada Juli. Brussels Airlines menangguhkan operasi hingga 24 Oktober.
Lufthansa, SWISS, dan ITA Airways akan terus menangguhkan penerbangan ke Dubai hingga 13 September. Lufthansa, SWISS, Austrian Airlines, dan Brussels Airlines menangguhkan penerbangan ke Abu Dhabi, Amman, Beirut, Dammam, Riyadh, Erbil, Muscat, dan Tehran hingga 24 Oktober. Maskapai berbiaya rendah Eurowings menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 9 Juli, ke Beirut hingga 12 Juni, ke Erbil hingga 22 Juni, dan ke Dubai, Abu Dhabi, serta Amman hingga 24 Oktober.
ITA Airways juga memperpanjang penangguhan penerbangannya ke Riyadh hingga 30 Juni. Maskapai Malaysia akan melanjutkan layanan terbatas ke Doha mulai 2 Juli. Maskapai berbiaya rendah lainnya menunda peluncuran layanan ke Tel Aviv dan Beirut hingga 15 Juni. Maskapai Turki Pegasus juga terdampak.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.