bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 02:04 WIB

Mazda Tunda Ambisi Kendaraan Listrik, Fokus pada Mobil Hybrid

Redaksi 13 Mei 2026 13 views
Mazda Tunda Ambisi Kendaraan Listrik, Fokus pada Mobil Hybrid
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, Mazda menjadi salah satu produsen otomotif yang menunda ambisi elektrifikasinya untuk sementara waktu. Perusahaan asal Jepang ini mengumumkan akan menunda peluncuran kendaraan listrik (EV) pertamanya yang didedikasikan hingga dua tahun, yaitu pada 2029. Selain itu, Mazda juga akan memangkas separuh investasinya pada EV dan mengalihkan fokusnya pada mobil hybrid serta produk elektrifikasi yang bersumber dari Tiongkok.

Keputusan ini diambil seiring perubahan regulasi di Amerika Serikat dan Eropa yang mendorong produsen otomotif global untuk mengevaluasi kembali strategi EV mereka. CEO Mazda, Masahiro Moro, menyatakan bahwa langkah ini justru menguntungkan Mazda karena dapat menghindari kerugian finansial miliaran dolar yang dialami oleh produsen lain yang lebih dulu berinvestasi besar pada EV.

Moro menjelaskan bahwa Mazda yang terlambat memasuki pasar EV membuatnya lebih leluasa untuk mengubah arah. "Mengenai jam kerja internal, kami mengalihkan sumber daya dari pekerjaan terkait kendaraan listrik kembali ke mesin pembakaran internal dan kendaraan hybrid," ujar Moro.

Mazda berencana meluncurkan tiga model hybrid baru antara tahun 2028-2030, ditambah versi hybrid dari CX-5 yang didesain ulang yang dijadwalkan tahun depan. Hybrid ini akan menggunakan setup yang dikembangkan Mazda dengan mesin empat silinder Skyactiv-Z yang sangat irit, bukan teknologi bensin-listrik pinjaman dari Toyota yang digunakan pada CX-50.

Untuk memenuhi permintaan EV di pasar tertentu, Mazda akan memanfaatkan produk yang dikembangkan di Tiongkok bersama mitra lokalnya, Changan Automobile Co. Mazda akan mengekspor EV buatan Tiongkok tersebut ke pasar seperti Eropa, Australia, dan Asia Tenggara, sebagai bagian dari strategi "lean-asset".

Mazda sebelumnya berencana memperkenalkan EV pertamanya pada tahun 2027, namun kini produksi EV pertamanya yang didedikasikan akan dimulai paling cepat pada tahun 2029. Moro menyebutkan beberapa faktor penyebab penundaan ini, termasuk pelonggaran standar ekonomi bahan bakar, tarif AS, pemangkasan insentif EV global, dan permintaan yang berfluktuasi.

Akibat perubahan strategi ini, Mazda akan memotong rencana investasi EV-nya menjadi 7,52 miliar dolar AS hingga tahun 2030, turun dari anggaran sebelumnya yang diperkirakan sekitar 12,53 miliar dolar AS. Sebagian besar pemangkasan ini berasal dari pengurangan kebutuhan baterai untuk memenuhi permintaan.

Mazda berencana memiliki kapasitas produksi EV antara 200.000 hingga 250.000 unit pada tahun 2030, yang diperkirakan menyumbang sekitar 15% dari volume global perusahaan. Sebelumnya, Mazda memperkirakan porsi EV mencapai 25% hingga 40% dari volume globalnya.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.