bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, harga bahan bakar yang terus tinggi mendorong banyak pengendara untuk mengubah kebiasaan berkendara demi menghemat pengeluaran. Selain beralih ke kendaraan listrik atau menggunakan transportasi publik, ada cara lain untuk menghemat bahan bakar, salah satunya adalah dengan melepas aksesori roof rack.
Roof rack memang fungsional untuk membawa barang seperti perlengkapan berkemah atau sepeda, namun jika prioritasnya adalah efisiensi bahan bakar, melepasnya dari kendaraan dapat membantu menjaga tangki bensin tetap penuh. Pengaruh roof rack terhadap konsumsi bahan bakar dapat cukup signifikan, terutama karena dua faktor utama: bobot dan hambatan udara (drag).
Penambahan bobot pada kendaraan memaksa mesin bekerja lebih keras dan mengonsumsi lebih banyak bahan bakar. Departemen Energi Amerika Serikat menyatakan bahwa efisiensi bahan bakar kendaraan dapat turun 1% untuk setiap penambahan beban 100 pon (sekitar 45 kg). Bobot roof rack sendiri bervariasi, mulai dari sekitar 15 pon untuk rel aluminium sederhana hingga 100 pon untuk rig platform penuh yang kokoh. Aksesori tambahan seperti boks kargo di atasnya akan menambah beban lebih berat lagi.
Meskipun demikian, upaya melepas roof rack mungkin tidak sepadan dengan penghematan bahan bakar jika jarak tempuh tahunan kendaraan rendah. Namun, bagi komuter harian yang menempuh jarak 15.000 mil (sekitar 24.000 km) per tahun, bobot tambahan tersebut akan menguras dompet lebih banyak seiring bertambahnya jarak tempuh.
Selain bobot, faktor paling signifikan yang memengaruhi konsumsi bahan bakar adalah peningkatan hambatan udara. Mengurangi koefisien hambatan udara sebuah mobil dapat memberikan peningkatan efisiensi bahan bakar. Max Schenkel, seorang GM technical fellow for aerodynamics, menjelaskan bahwa pengurangan koefisien hambatan udara sebesar 0,01 dapat menghasilkan peningkatan efisiensi bahan bakar sebesar 0,2 mpg. Sebaliknya, pemasangan boks kargo berukuran besar di atas kendaraan dapat menyebabkan penurunan efisiensi bahan bakar hingga 8% saat berkendara di perkotaan, dan bisa meningkat hingga 17% pada kecepatan jalan raya sedang, serta mencapai 25% pada kecepatan 75 mph (sekitar 120 km/jam).
Efek pengurasan bahan bakar akibat penggunaan roof rack yang terisi barang bervariasi tergantung jenis kendaraan, namun secara umum hasilnya adalah penurunan efisiensi. Sebuah pengujian oleh Consumer Reports terhadap SUV RAV4 2019 dan sedan Altima 2019 menunjukkan hal tersebut.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.