bytedaily - Mengisi blok mesin dengan beton mungkin terdengar seperti mimpi buruk bagi para penggemar otomotif. Jika kesalahan penggunaan oli saja dapat menyebabkan kerusakan parah, membayangkan mengisi mesin dengan material keras seperti beton tentu menimbulkan kekhawatiran. Namun, dilansir dari jalopnik.com, jika dilakukan dengan benar, penambahan beton ke dalam mesin justru dapat membuatnya lebih kuat dan mampu menahan kondisi performa ekstrem seperti pada balap drag.
Perlu dicatat bahwa meskipun beberapa orang telah menggunakan beton asli untuk tujuan ini, saat ini sudah ada perusahaan yang memproduksi pengisi blok mesin khusus untuk keperluan yang sama. Apapun materialnya, kunci utamanya adalah penempatan yang tepat.
Untuk memahami cara kerjanya, penting untuk diingat bahwa blok mesin pada umumnya bukanlah balok logam padat. Selain silinder yang dibor ke dalamnya, blok mesin juga memiliki saluran kecil untuk cairan pendingin. Saluran ini memungkinkan cairan pendingin bersirkulasi ke seluruh mesin, namun ruang-ruang tersebut juga dapat menjadi titik lemah struktural.
Ketika mesin bekerja di bawah beban berat, getaran alami mesin dapat menyebabkan logam di sekitar saluran melentur dan bahkan retak. Mengisi ruang-ruang tersebut dengan material padat membantu mencegah kelenturan dan menjaga bentuk mesin tetap optimal. Tanpa pengisi, getaran ekstrem dapat menyebabkan dinding silinder kehilangan bentuk aslinya, sehingga menimbulkan ketidaksesuaian antara bentuk silinder dan piston.
Agar kompresi dan pembakaran optimal terjadi, diperlukan segel yang tepat antara piston dan dinding silinder. Jika dinding silinder sedikit melentur, cincin piston dapat mengalami kebocoran, yang kemudian menimbulkan masalah. Hal ini serupa dengan dampak mengemudi dengan cincin piston yang buruk pada mesin.
Sebagai contoh, jika gas buang bocor melewati cincin piston – situasi yang dikenal sebagai "blow-by" – gas tersebut dapat bereaksi secara kimia dengan oli mesin dan menghambat fungsinya. Mengisi blok dengan beton atau pengisi blok juga dapat membatasi getaran itu sendiri. Dengan saluran pendingin yang terisi semen, ruang gerak logam blok menjadi lebih sedikit.
Tentu saja, ada konsekuensi yang signifikan. Blok mesin yang diisi beton tidak lagi memiliki saluran pendingin yang berfungsi, yang berarti mesin dapat rentan terhadap overheat, setidaknya dalam jangka waktu lama. Alasan utama pengisian blok umum dilakukan untuk balap drag adalah karena mobil drag biasanya membutuhkan tenaga mesin maksimal hanya dalam hitungan detik. Pemikiran di baliknya adalah bahwa waktu singkat tersebut cukup untuk mencegah kerusakan akibat getaran mesin, namun belum cukup untuk mencapai suhu berbahaya.
Sebagai ilustrasi, ketika Shawn Langdon mencatatkan rekor lari tercepat dalam balap drag, acara bersejarah tersebut selesai dalam 3,724 detik, di mana Langdon mencapai kecepatan 345 mph.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.