bytedaily - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong keluarga untuk memanfaatkan momen libur Lebaran guna meningkatkan interaksi tatap muka dengan mengurangi ketergantungan pada gawai, khususnya bagi anak-anak. Meutya menekankan pentingnya mengatur waktu layar (screen time) agar momen silaturahmi Idul Fitri semakin bermakna.
Menurut Meutya, libur Lebaran adalah kesempatan emas bagi orang tua untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan anak di tengah maraknya penggunaan teknologi digital. "Gunakan momen liburan dan mudik ini untuk sebanyak-banyaknya menghabiskan waktu bersama keluarga. Gadgetnya bisa dimatikan dulu atau setidaknya dikurangi," ujarnya.
Menyikapi pemberlakuan kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang efektif pada 28 Maret, Meutya mengingatkan orang tua untuk proaktif membimbing anak-anak agar tidak terlalu bergantung pada media sosial. Ia menyarankan agar orang tua mulai melatih anak-anak, terutama yang berusia di bawah 16 tahun, untuk secara bertahap menjauh dari media sosial dengan pendampingan.
Ahli tumbuh kembang anak, dr. Ahmad Suryawan (Prof. Wawan), turut memberikan panduan praktis bagi orang tua untuk mengurangi screen time anak. Ia menyarankan orang tua untuk memberi contoh dengan mengurangi penggunaan gawai mereka sendiri di depan anak dan melakukannya secara konsisten. Wawan juga merekomendasikan pengurangan screen time secara bertahap menjelang waktu tidur, mengingat paparan sinar biru dari layar dapat mengganggu kualitas tidur anak.
Prof. Wawan menambahkan, penerapan aturan makan tanpa gawai dan menjadikan kamar tidur sebagai zona bebas layar dapat membantu anak lebih fokus dan beristirahat. Orang tua juga diminta untuk memahami aktivitas anak di gawai sebelum mengambil tindakan larangan, serta menyiapkan alternatif kegiatan bermain yang menarik agar anak memiliki pilihan selain gadget. Pemberian apresiasi verbal saat anak berhasil mematuhi aturan juga menjadi kunci penting.