bytedaily - Pemerintah Mesir mengambil langkah drastis dengan memberlakukan jam tutup lebih awal bagi seluruh tempat usaha komersial, termasuk mal, toko, dan restoran, mulai pukul 21.00 selama sebulan ke depan. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap krisis energi yang dihadapi negara tersebut, yang dipicu oleh terganggunya pasokan gas alam dari Israel akibat konflik yang meluas di Timur Tengah.
Dampak langsung dari kekurangaan pasokan gas ini adalah pengurangan aliran energi ke sejumlah industri padat energi di Mesir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kelangsungan produksi bahan bakar dan pupuk, yang merupakan sektor krusial bagi perekonomian Mesir. Situasi ini menjadi tantangan berat bagi upaya pemulihan ekonomi Mesir, mengingat ketergantungan negara tersebut yang tinggi pada impor bahan bakar, terutama gas alam.
Selain sektor komersial dan industri, penghematan energi juga terlihat dari pengurangan intensitas lampu jalan dan pemadaman papan iklan bercahaya guna menekan konsumsi listrik secara keseluruhan.