bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, raksasa media sosial Meta mengumumkan rencana baru untuk menggunakan satelit guna memanen energi matahari di luar angkasa dan menyalurkannya ke pusat data kecerdasan buatan (AI) mereka di Bumi, terutama saat malam hari.
Rencana ini merupakan hasil kemitraan dengan Overview Energy, sebuah perusahaan rintisan yang mengembangkan teknologi tersebut. Konsepnya adalah memberikan akses energi bersih sepanjang hari kepada pusat data yang haus daya, yang diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi beban pada jaringan listrik yang semakin terbebani.
Berbeda dengan metode lain yang menggunakan laser, gelombang mikro, atau sinar matahari terfokus, satelit Overview akan memanfaatkan sistem berkas lebar (wide-beam) inframerah dekat. Pendekatan ini diklaim lebih aman bagi manusia, hewan, dan pesawat, serta tidak mengganggu siklus alam satwa liar. Selain itu, sistem ini kompatibel dengan ladang surya yang sudah ada, memungkinkan daya untuk disalurkan langsung ke panel surya yang ada di malam hari, sehingga menghemat biaya, waktu, dan penggunaan lahan.
Overview Energy berencana melakukan demonstrasi orbital pertama pada tahun 2028, setelah sebelumnya berhasil menguji pemancar inframerah dari pesawat pada November 2025. Jika uji coba 2028 berhasil, Meta dan Overview Energy berharap dapat memberi daya pada AI dengan kapasitas hingga 1 GW dari luar angkasa pada tahun 2030.
Sementara itu, pesaing Meta di bidang AI juga memiliki strategi serupa, meskipun berbeda. Google dengan Project Suncatcher akan menempatkan AI langsung di luar angkasa dengan panel surya konvensional, sementara SpaceX berencana meluncurkan satu juta satelit AI.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.