bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Michael Smith, pria asal Amerika Serikat, menggunakan lagu yang dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) dan ribuan akun bot untuk menghasilkan puluhan juta pemutaran musik serta jutaan dolar dari royalti.
Pada April 2023, lagu-lagu Smith diputar 80,9 juta kali melalui bot di paket keluarga YouTube Music. Jumlah itu jauh melampaui pemutaran katalog Taylor Swift di paket yang sama, yakni 9,3 juta kali, menurut Departemen Kehakiman AS (DOJ).
Smith, 54 tahun, dijatuhi hukuman penjara selama 18 bulan karena terlibat dalam penipuan royalti terhadap platform streaming dan musisi. Ia mengaku bersalah atas satu dakwaan konspirasi penipuan melalui sarana komunikasi elektronik pada 19 Maret 2026.
Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York Jamie McDonald menyatakan Smith membanjiri layanan streaming dengan bot, bukan pendengar sungguhan, dan memakai lagu buatan AI. Menurutnya, tindakan itu mengambil jutaan dolar royalti yang seharusnya dibayarkan kepada artis dan penggemar mereka.
DOJ menyebut skema tersebut berlangsung pada 2017 hingga 2024. Smith membuat ribuan akun palsu dan menggunakan perangkat lunak untuk memutar lagu-lagu yang diklaim sebagai karyanya secara berulang. Pada waktu tertentu, ia mengoperasikan hingga 10.000 akun bot sekaligus.
Untuk membuat akun, Smith menggunakan alamat email palsu dan kartu debit yang diperoleh secara curang. Ia juga menyebar pemutaran otomatis ke ribuan lagu agar lonjakan pemutaran pada satu lagu tidak mudah terdeteksi oleh sistem antipenipuan platform.
Smith memanfaatkan AI untuk menghasilkan ratusan ribu lagu, yang kemudian diputar miliaran kali oleh bot. DOJ menyatakan skema itu memberinya royalti lebih dari US$8 juta.
Manipulasi pemutaran tersebut merugikan musisi dan penulis lagu yang karyanya didengarkan oleh manusia. Menurut DOJ, royalti streaming dibagikan secara proporsional dari kumpulan dana sehingga pemutaran palsu dapat mengalihkan bagian pembayaran kepada pelaku penipuan.
Selain hukuman penjara, Smith dijatuhi dua tahun pembebasan dengan pengawasan. Ia juga diperintahkan menyerahkan US$8.091.843,64 melalui mekanisme perampasan hasil kejahatan.