bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Mira Rizki Raih J+ Grand Prize 2026 lewat Karya “PAK! PAK!”

Redaksi 13 Oktober 2026 7 views
Mira Rizki Raih J+ Grand Prize 2026 lewat Karya “PAK! PAK!”
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Connected Art Platform mengumumkan pemenang J+ Art Awards 2026 dalam acara penganugerahan di RUCI Art Space, Jakarta. Acara bertajuk J+ Art Awards 2026 Awarding Week itu mengusung tema “MIRAGE” dan menjadi bagian dari rangkaian pameran serta kolaborasi yang berlangsung sepanjang tahun.

J+ Art Awards dirancang untuk membuka kesempatan lebih luas bagi seniman dari beragam latar belakang dan disiplin. Sejak pertama kali digelar pada 2024, ajang ini memakai sistem open call untuk menjaring talenta, memperluas eksposur seniman, dan menghubungkan mereka dengan ekosistem seni.

Partisipasi ajang tersebut meningkat dari 13 negara pada edisi perdana menjadi 43 negara pada 2026, dengan lebih dari 400 pendaftaran. Pada penyelenggaraan tahun ketiga, panitia memilih 25 finalis dan sembilan peserta kategori mahasiswa.

Pengumuman pada Sabtu (10/10/2026) mencakup J+ Grand Prize, Impact Award, Innovation Award, Student Award, dan Honorary Mention. Penilaian dilakukan oleh juri internasional, yakni Dr Aisha Almisnad dari Qatar, Prof Noboru Tsubaki dari Jepang, Flora Miranda dari Austria–Belgia, M Ilham Samudra dari Indonesia, serta Mona Liem dari Indonesia–Swiss.

Mira Rizki memperoleh J+ Grand Prize melalui karya “PAK! PAK!”. Karya tersebut mengeksplorasi kaitan antara suara kekuasaan dan janji pembangunan. Audio pidato mengenai proyek strategis nasional diolah hingga getarannya menggerakkan tanah di atas pengeras suara. Gerakan itu kemudian ditangkap menggunakan resin pinus dan dibentuk menjadi objek transparan.

Dwiky Aditya menerima Impact Award untuk karya “Sesa Raga”, yang mengangkat wastra sebagai identitas dan pengetahuan leluhur yang perlahan kehilangan konteks. Perpaduan teknik, material, dan motif tradisional dalam karya tersebut menggambarkan warisan budaya yang bertahan di tengah perubahan zaman.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.