bytedaily - Mobil-mobil modern kini dilengkapi dengan perangkat yang dapat merekam data saat terjadi kecelakaan, mirip dengan "black box" pada pesawat terbang. Perangkat ini dikenal sebagai Event Data Recorder (EDR) dan telah ada sejak tahun 1970-an. Sejak tahun model 2017, EDR terpasang pada 99,6% kendaraan ringan baru di Amerika Serikat. Keberadaan EDR wajib dicantumkan dalam buku manual pemilik kendaraan sejak tahun 2012, sesuai dengan hukum federal.
Menurut laporan jalopnik.com, EDR merekam berbagai informasi mengenai kondisi kendaraan dan perilaku pengemudi sesaat sebelum, selama, dan setelah kecelakaan. Selain EDR, perangkat lain seperti kamera, sistem konektivitas seperti OnStar, dan sistem infotainment juga berpotensi mengumpulkan data pengguna. Banyak mobil baru yang telah melakukan pengawasan dalam berbagai cara, tidak hanya saat kecelakaan.
National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) tidak mewajibkan kendaraan untuk memiliki EDR, namun menetapkan standar minimum 15 item data yang harus direkam jika kendaraan dilengkapi EDR. Data tersebut mencakup perubahan kecepatan (delta-V longitudinal), perubahan kecepatan maksimum, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai perubahan kecepatan maksimum, kecepatan saat kecelakaan, bukaan pedal gas, status pengereman, siklus kunci kontak, penggunaan sabuk pengaman, status lampu peringatan airbag depan, waktu pelepasan airbag pengemudi dan penumpang depan, jumlah kejadian, waktu antar kejadian, dan status perekaman file.
Di luar 15 item wajib tersebut, EDR juga dapat merekam hingga 30 item data tambahan dalam kondisi tertentu. Item-item ini meliputi putaran mesin (RPM), aktivitas sistem pengereman anti-lock (ABS), sudut kemudi, status sabuk pengaman penumpang depan kanan, status sakelar penonaktif airbag depan, serta berat pengemudi dan penumpang depan. Data berat penumpang ini dapat berguna jika ada klaim bahwa orang lain yang mengemudi saat kecelakaan terjadi.
Selain EDR, mobil seperti Tesla juga mengumpulkan data penggunaan kendaraan. Tesla mengklaim tidak dapat mendekripsi data yang mengaitkan penggunaan kendaraan dengan individu kecuali ada "peristiwa keselamatan" seperti tabrakan atau pelepasan airbag. Dalam peristiwa tersebut, rekaman video berdurasi hingga 30 detik dapat dibuat untuk membantu responden darurat, layanan darurat jalan, dan evaluasi kendaraan. General Motors (GM), melalui sistem OnStar, menyatakan dapat menggunakan Informasi Perilaku Pengemudi, Informasi Geolokasi Presisi, dan Gambar serta Video Kamera Eksternal Kendaraan.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.