bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:31 WIB

Modal Asing Masuk ke Indonesia Capai US$8,5 Miliar pada Kuartal II 2026

Redaksi 04 Agustus 2026 10 views
Modal Asing Masuk ke Indonesia Capai US$8,5 Miliar pada Kuartal II 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik mencapai US$8,5 miliar pada periode kuartal II tahun 2026. Arus masuk modal ini didukung oleh investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Pelaksana Tugas (Pjs) Gubernur BI, Destry Damayanti, menyatakan bahwa tren positif masuknya modal asing terus berlanjut pada kuartal III 2026. Hal ini seiring dengan meningkatnya daya tarik instrumen keuangan domestik yang berdenominasi rupiah. Ia menjelaskan, investasi portofolio asing pada kuartal II-2026 mencatat aliran masuk bersih (net inflows) sebesar US$8,5 miliar, terutama didorong oleh SBN dan SRBI.

Di sisi lain, Destry mengungkapkan bahwa nilai tukar rupiah mengalami penguatan kembali pada akhir Juli 2026. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya sempat tertekan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan perubahan ekspektasi pasar terkait arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Pada 31 Juli 2026, rupiah ditutup pada level Rp17.994 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang rupiah sempat mengalami pelemahan sejak pertengahan Juli karena konflik di Timur Tengah dan penguatan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve.

Untuk menjaga stabilitas pasar keuangan, BI terus berupaya memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan. Salah satu langkah yang diambil adalah membuka kembali fasilitas lelang instrumen pre-process agreement (repo) dengan berbagai tenor, mulai dari tiga bulan hingga 12 bulan. Selain itu, BI melanjutkan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara terukur sebagai bagian dari operasi moneter. Hingga 31 Juli 2026, BI telah melakukan pembelian SBN senilai Rp195,25 triliun, di mana Rp79,6 triliun di antaranya dibeli di pasar sekunder.

Destry menambahkan, berbagai langkah tersebut bertujuan untuk menjaga pertumbuhan uang primer tetap tinggi dan memastikan likuiditas perekonomian tetap memadai. Ia berharap, langkah-langkah ini dapat menjaga pertumbuhan uang primer tetap berada pada kisaran dua digit, seperti yang tercatat pada akhir Juli yang meningkat sebesar 15 persen.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.