bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 01:18 WIB

Modifikasi Ketinggian Suspensi SUV Berdampak pada Konsumsi Bahan Bakar

Redaksi 13 Mei 2026 10 views
Modifikasi Ketinggian Suspensi SUV Berdampak pada Konsumsi Bahan Bakar
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, memodifikasi ketinggian suspensi SUV, baik untuk keperluan off-road maupun estetika, dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar kendaraan. Meninggikan suspensi SUV dapat mengurangi aerodinamika kendaraan, sehingga memaksa mesin bekerja lebih keras dan menggunakan lebih banyak bahan bakar. Selain itu, penambahan komponen pada lift kit juga menambah bobot kendaraan, yang semakin meningkatkan penggunaan bahan bakar.

Sebaliknya, menurunkan ketinggian mobil beberapa inci berpotensi sedikit meningkatkan efisiensi bahan bakar. Beberapa kendaraan modern bahkan dilengkapi suspensi aktif yang secara otomatis menyesuaikan ketinggian berkendara berdasarkan kecepatan.

Aerodinamika memainkan peran penting dalam efisiensi bahan bakar. Kendaraan yang kurang aerodinamis akan menghadapi hambatan angin lebih besar, yang diukur dengan koefisien drag. Koefisien drag yang lebih rendah umumnya berkorelasi dengan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Mengangkat suspensi SUV dapat meningkatkan area drag, yaitu perkalian antara koefisien drag dan luas area depan kendaraan, karena komponen seperti roda, bagian bawah bodi, dan komponen suspensi lainnya lebih terpapar angin.

Penambahan bobot dari komponen suspensi tambahan, pelek yang lebih besar, dan ban off-road profil tinggi yang sering menyertai suspensi terangkat juga berkontribusi pada peningkatan konsumsi bahan bakar. Semakin berat beban yang harus didorong mesin, semakin keras ia bekerja dan semakin banyak bahan bakar yang dikonsumsi.

Pemilihan ban juga berdampak langsung pada ekonomi bahan bakar. Ban yang lebih besar dengan tapak lebar untuk traksi off-road memiliki massa yang tidak ditangguhkan (unsprung mass) lebih besar, yang berarti mesin harus bekerja lebih keras untuk memutarnya. Ban off-road, selain lebih berat, juga meningkatkan hambatan gelinding (rolling resistance) karena cengkeramannya yang kuat pada permukaan jalan.

Beberapa mobil dilengkapi suspensi yang dapat menyesuaikan ketinggian secara otomatis atau manual. Contohnya adalah Tesla Model X, SUV listrik yang memiliki suspensi udara adaptif dengan lima pengaturan ketinggian. Pada kecepatan 55 mph (sekitar 88 km/jam) atau lebih, suspensi akan secara otomatis menyesuaikan ke pengaturan rendah untuk meningkatkan aerodinamika dan stabilitas kendaraan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.