bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Musim Mas Kerahkan Lebih dari 1.000 Personel untuk Tangani Karhutla di Kalteng

Redaksi 05 Oktober 2026 19 views
Musim Mas Kerahkan Lebih dari 1.000 Personel untuk Tangani Karhutla di Kalteng
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Musim Mas Group memperkuat penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dengan mengerahkan lebih dari 1.000 personel pemadam kebakaran sejak 8 Juli 2026. Mereka didukung 16 mobil pemadam dan satu helikopter untuk penyiraman dari udara.

Tim perusahaan turut membantu menangani kebakaran di luar wilayah operasional. Hingga saat ini, bantuan telah diberikan di 13 desa, yakni Sebabi, Kenyala, Tanah Putih, Hanjalipan, Tangar, Baampah, Penyang, Camba, Soren, Bagendang Tengah, Natai Baru, Palangan, dan Kandan.

Upaya tersebut dilakukan saat kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, masih relatif kering. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat masih berlangsung dan diperkirakan bertahan hingga awal 2027.

Manager Survey Musim Mas Group sekaligus Koordinator Penanggulangan Karhutla perusahaan di wilayah Kalimantan, Bangun Hapsoro, mengatakan pemadaman dilakukan dengan sejumlah metode. Tim bekerja dari darat, helikopter melakukan water bombing untuk menjangkau titik yang sulit diakses, sementara alat berat digunakan untuk membuat sekat bakar guna menahan penyebaran api.

Helikopter perusahaan dilengkapi bambi bucket berkapasitas sekitar 800 liter air untuk sekali penyiraman. Dalam kondisi tertentu, penyiraman dapat dilakukan hingga sekitar 30 kali sehari. Water bombing menjadi respons awal untuk membantu menjangkau titik api dan memperlambat penyebarannya. Selanjutnya, tim darat melakukan penyemprotan dan pendinginan sampai api serta bara dipastikan padam.

Bangun menjelaskan, penanganan di lahan gambut membutuhkan pendinginan dan pemantauan lanjutan meskipun api di permukaan sudah tidak terlihat. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala di bawah permukaan.

Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala pemadaman. Sejumlah kolam penampungan dan sungai menyusut, bahkan mengering, akibat cuaca kering. Bangun mengatakan perusahaan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar sumber daya yang tersedia dapat digunakan bersama.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.