bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 00:22 WIB

Naik atau Tetap, Nasib Harga Honda Brio Satya di Tengah Lonjakan LCGC Rp200 Jutaan

Redaksi 30 Maret 2026 22 views
Naik atau Tetap, Nasib Harga Honda Brio Satya di Tengah Lonjakan LCGC Rp200 Jutaan
Ilustrasi: Naik atau Tetap, Nasib Harga Honda Brio Satya di Tengah Lonjakan LCGC Rp200 Jutaan

bytedaily - Harga mobil murah ramah lingkungan (LCGC) kini telah menembus angka Rp200 juta, bahkan Honda Brio Satya E CVT tercatat di kisaran Rp206,7 juta. Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan produsen untuk menahan kenaikan harga lebih lanjut.

Direktur Sales & Marketing and After Sales Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya menjaga keseimbangan antara penetapan harga dan nilai yang diberikan kepada konsumen. Keputusan harga akan mempertimbangkan masukan konsumen dan nilai yang mereka terima, serta melalui kajian internal yang mendalam untuk menghindari kekecewaan.

Keputusan harga untuk segmen LCGC tidak dapat ditentukan secara mandiri oleh produsen. Tekanan biaya produksi dan dinamika pasar menjadi pertimbangan, namun faktor regulasi dari pemerintah juga memegang peranan krusial. Honda menjelaskan bahwa harga Brio Satya diatur oleh pemerintah, sehingga setiap penyesuaian harga harus melalui persetujuan resmi.

Peluncuran Honda Brio Satya pada tahun 2013 menandai perannya sebagai salah satu kendaraan utama dalam program LCGC dengan harga awal yang jauh lebih terjangkau, sekitar Rp100 jutaan. Posisi ini memudahkannya diterima pasar sebagai pilihan mobil entry-level bagi pembeli perdana. Namun, seiring berjalannya waktu, peningkatan fitur, standar keselamatan, serta kenaikan biaya produksi dan fluktuasi nilai tukar mata uang telah mendorong harganya naik signifikan hingga hampir dua kali lipat dari banderol awalnya.