bytedaily
Senin, 06 Juli 2026 - 22:54 WIB

Objek Misterius di Pantai Australia Diduga Sampah Antariksa

Redaksi 06 Juli 2026 3 views
Objek Misterius di Pantai Australia Diduga Sampah Antariksa
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sejumlah objek yang diduga berasal dari luar angkasa ditemukan terdampar di sebuah pantai di Queensland, Australia. Benda-benda yang disebut sebagai 'bola antariksa' ini kini tengah dalam proses penelitian oleh para ilmuwan.

Menurut Lembaga Antariksa Australia (ASA), keenam objek tersebut ditemukan di wilayah utara Queensland dan kemungkinan besar merupakan bagian dari roket yang baru saja kembali memasuki atmosfer Bumi setelah mengorbit. Penemuan ini terjadi di kawasan Forrest Beach, sebelah utara Townsville, pada akhir pekan lalu, di mana awalnya benda-benda tersebut sempat dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya.

Menindaklanjuti penemuan tersebut, pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran segera melakukan pemeriksaan dan menetapkan zona steril dengan radius 50 meter di sekitar lokasi. ASA menjelaskan bahwa objek-objek tersebut kemungkinan adalah 'pressure vessel' atau penampung bahan bakar roket, yang merupakan salah satu jenis sampah antariksa yang umum ditemukan jatuh ke Bumi pasca peluncuran roket.

ASA menyatakan, berdasarkan lokasi penemuan dan karakteristiknya, objek tersebut sangat cocok dengan puing-puing badan roket asing yang baru saja menembus atmosfer dari orbitnya. Lembaga tersebut juga terus berkoordinasi dengan otoritas internasional untuk mengidentifikasi secara resmi jenis roket dan negara asal peluncurannya.

Alice Gorman, seorang arkeolog antariksa dari Flinders University, menambahkan bahwa berdasarkan Perjanjian Luar Angkasa PBB tahun 1967, negara yang meluncurkan roket tetap memegang hak kepemilikan atas material yang diluncurkannya. Oleh karena itu, Australia berkewajiban untuk bernegosiasi dengan negara peluncur mengenai nasib 'bola antariksa' tersebut. Gorman mencontohkan kejadian serupa pada tahun 2023, di mana bagian roket India terdampar di Australia Barat, namun pemerintah India memilih untuk tidak meminta pengembaliannya.

Fungsi utama tabung bertekanan ini adalah untuk menyimpan bahan bakar roket dan terbuat dari paduan logam titanium agar mampu bertahan dalam suhu ekstrem saat kembali ke Bumi. Gorman menekankan bahwa keutuhan tabung tersebut tidak mengindikasikan adanya kegagalan dalam proses peluncuran. Ia juga menyatakan bahwa Australia akan memfasilitasi negosiasi pengembalian jika negara peluncur memang menginginkannya, terutama jika ada analisis yang perlu dilakukan terkait malafungsi. Namun, jika peluncuran berjalan normal, kemungkinan besar negara peluncur tidak akan merasa perlu untuk meminta puing tersebut kembali.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.