bytedaily
Selasa, 07 Juli 2026 - 00:17 WIB

Waspada Penipuan Berkedok Pre-order dan Beta GTA VI

Redaksi 06 Juli 2026 1 views
Waspada Penipuan Berkedok Pre-order dan Beta GTA VI
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, perusahaan keamanan siber Kaspersky telah mengidentifikasi maraknya situs penipuan daring yang memanfaatkan antusiasme publik terhadap Grand Theft Auto VI (GTA VI). Skema penipuan ini berkedok sebagai laman pre-order dan penawaran versi beta gim yang dijadwalkan rilis pre-ordernya pada 25 Juni 2026.

Pelaku kejahatan siber membuat situs web palsu yang sangat mirip dengan tampilan resmi GTA VI, bahkan menyertakan trailer dan materi promosi asli. Pengguna yang tertarik dan mengklik tombol untuk melakukan pemesanan akan diarahkan untuk memasukkan data pribadi dan informasi pembayaran. Kaspersky menegaskan bahwa gim tidak akan pernah dikirimkan kepada korban, dan sebagai gantinya, mereka berisiko kehilangan dana di rekening bank serta kebocoran data pribadi.

Salah satu contoh yang ditemukan adalah situs berbahasa Portugis yang meniru tampilan toko PlayStation, lengkap dengan ulasan palsu, peringkat usia, dan label harga pre-order fiktif. Setelah tombol pre-order diklik, pengguna diminta mengisi formulir yang mencakup nama, alamat email, nomor telepon, hingga nomor wajib pajak Brasil (CPF).

Kaspersky juga mendeteksi adanya situs yang menawarkan unduhan versi beta GTA VI dengan dalih sebagai hasil kebocoran (leak). Promosi situs ini seringkali disebarkan melalui video tutorial di media sosial yang mengklaim menunjukkan cara aman mengunduh file gim. Namun, file yang diunduh berpotensi membahayakan perangkat pengguna, mulai dari pencurian data sensitif, peretasan akun pribadi, hingga pemasangan malware yang bekerja di latar belakang.

Selain itu, modus penipuan lain menyasar pengguna aset kripto melalui situs yang mempromosikan token dengan nama yang mirip dengan judul gim tersebut, serta meniru gaya visual dan logo GTA VI. Interaksi dengan situs semacam ini dapat menyebabkan hilangnya aset kripto pengguna.

Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior Kaspersky, menyatakan bahwa perilisan gim yang dinanti-nantikan selalu menjadi celah bagi penjahat siber. Skema penipuan ini sengaja diatur waktunya untuk memanfaatkan tingginya antusiasme konsumen, yang dapat menurunkan kewaspadaan dan menciptakan rasa urgensi palsu.

Untuk mencegah menjadi korban, Kaspersky merekomendasikan pengguna untuk hanya mengunduh gim dan modifikasi dari sumber resmi atau situs terpercaya. Penting juga untuk selalu memeriksa ulang format URL dan ejaan nama organisasi sebelum memasukkan data pribadi. Penggunaan kartu prabayar atau layanan pembayaran khusus untuk transaksi pembelian gim, serta pengaktifan autentikasi multifaktor (2FA) pada akun penting, disarankan. Selain itu, pengguna diimbau untuk memeriksa mutasi rekening secara berkala dan menggunakan perangkat lunak keamanan yang mampu mendeteksi tautan phishing dan lampiran berbahaya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.