bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 08:39 WIB

OJK Tegaskan Pendidikan Formal Kunci Cetak Generasi Melek Finansial Sejak Dini

Redaksi 18 April 2026 10 views
OJK Tegaskan Pendidikan Formal Kunci Cetak Generasi Melek Finansial Sejak Dini
Ilustrasi: OJK Tegaskan Pendidikan Formal Kunci Cetak Generasi Melek Finansial Sejak Dini

bytedaily - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kembali pentingnya pendidikan formal sebagai pilar utama dalam membangun literasi dan kapasitas keuangan masyarakat Indonesia sejak usia dini. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menekankan bahwa integrasi literasi keuangan ke dalam kurikulum pendidikan formal akan menanamkan pengetahuan, keterampilan praktis, dan kemampuan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, yang pada akhirnya membentuk individu yang cakap dalam mengambil keputusan finansial bijak sepanjang hayat.

Dicky menjelaskan bahwa upaya ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara regulator, institusi pendidikan, pelaku industri keuangan, serta komunitas. Lebih lanjut, OJK mendorong agar edukasi keuangan tidak terbatas pada lingkungan kelas, melainkan diperluas melalui platform digital, kampanye nasional, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem literasi keuangan yang inklusif dan kokoh. Tujuannya adalah mentransformasi pengetahuan literasi keuangan menjadi kesehatan finansial yang mencakup ketahanan, kemampuan pengambilan keputusan tepat, dan kesejahteraan finansial jangka panjang, khususnya bagi generasi muda.

Dalam rangka memperingati Global Money Week 2026, OJK bersama OECD/INFE menyelenggarakan webinar internasional di mana Magda Bianco, Chair of the OECD International Network on Financial Education, turut menyampaikan pandangannya. Magda menyoroti bahwa kompetensi keuangan yang dibangun sejak dini sangat krusial untuk membekali masyarakat dalam memanfaatkan peluang sekaligus memitigasi risiko di tengah derasnya informasi investasi dan instrumen keuangan baru. Pembelajaran sejak dini terbukti lebih efektif tertanam dan mampu mengurangi kesenjangan sosial ekonomi, memberikan kesempatan yang lebih setara bagi setiap individu dalam menghadapi masa depan finansial mereka.