bytedaily - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (17/04/2026) pagi mencatatkan penguatan signifikan, didorong oleh sentimen positif investor yang beralih ke aset berisiko. Optimisme meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi katalis utama yang membangkitkan gairah pasar. IHSG dibuka melonjak 39,75 poin (0,52 persen) ke level 7.663,34, sementara indeks saham unggulan LQ45 juga turut terangkat 2,74 poin (0,36 persen) ke 762,69.
Analis menilai pergerakan pasar mencerminkan ekspektasi de-eskalasi konflik, sejalan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan perang dengan Iran 'sangat dekat dengan akhir'. Peluang gencatan senjata permanen sebelum akhir bulan dianggap cukup besar, meskipun negosiasi awal di Pakistan belum membuahkan hasil final. Namun, potensi risiko eskalasi tetap terbuka mengingat kompleksitas situasi di lapangan, termasuk peningkatan tekanan AS terhadap Iran melalui blokade pelabuhan dan penghentian waiver minyak, serta ancaman balasan dari Iran.
Di tengah dinamika global tersebut, data domestik menunjukkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per Februari 2026 mencapai 437,9 miliar dolar AS, tumbuh 2,5 persen secara tahunan, yang mayoritas ditopang oleh sektor publik. ULN Pemerintah sebesar 215,9 miliar dolar AS menjadi penopang utama, meski ULN swasta tercatat mengalami penurunan. Pergerakan bursa saham global dan regional pada hari sebelumnya menunjukkan tren yang bervariasi, namun sentimen positif dari potensi perdamaian AS-Iran tampaknya lebih mendominasi pasar keuangan domestik.