bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 00:21 WIB

Optimisme Surplus Beras 5 Juta Ton di Tengah Ancaman El Nino Godzila

Redaksi 31 Maret 2026 20 views
Optimisme Surplus Beras 5 Juta Ton di Tengah Ancaman El Nino Godzila
Ilustrasi: Optimisme Surplus Beras 5 Juta Ton di Tengah Ancaman El Nino Godzila

bytedaily - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan mampu mencapai surplus beras hingga 5 juta ton, meskipun dihadapkan pada potensi fenomena cuaca ekstrem 'Godzilla El Nino'. Fenomena ini diperkirakan akan dimulai pada bulan April dan berlangsung selama enam bulan.

Amran membandingkan ancaman El Nino kali ini dengan kondisi serupa pada tahun 2023 yang dinilainya tidak kalah dahsyat, namun sektor pangan tetap aman. Peningkatan kesiapan dihadapi kekeringan ditekankan melalui penguatan infrastruktur, termasuk program pompanisasi dan optimalisasi lahan rawa (oplah) yang memungkinkan peningkatan intensitas tanam. Kementerian Pertanian menargetkan perbaikan 2 juta hektare lahan irigasi, didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Dari sisi ketersediaan, stok beras nasional saat ini dilaporkan berada pada level tinggi, mencapai 4,3 juta ton, dengan proyeksi stok Perum Bulog akan melampaui 5 juta ton pada bulan mendatang. Ditambah dengan cadangan di sektor perhotelan, restoran, dan rumah tangga (sekitar 12,5 juta ton) serta potensi produksi dari lahan yang ada (sekitar 11 juta ton), perkiraan total pasokan beras mencapai sekitar 27 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan tanpa tambahan produksi. Dalam skenario terburuk, produksi diperkirakan tetap mencapai 12 juta ton, yang cukup untuk lima bulan.

Kombinasi stok awal dan perkiraan tambahan produksi selama musim kemarau diharapkan dapat menjamin ketahanan pangan nasional hingga 15 bulan ke depan, dengan proyeksi harga pangan yang stabil. Risiko terganggunya kalender tanam dinilai kecil, berkisar antara 2-5 persen, berkat kesiapan infrastruktur yang memadai. Meskipun BMKG mengklarifikasi bahwa 'Godzilla El Nino' bukanlah kategori resmi dan memperkirakan El Nino padaLevel lemah hingga moderat, langkah antisipasi tetap menjadi prioritas pemerintah.