bytedaily
Senin, 18 Mei 2026 - 21:23 WIB

Ouster Gabungkan Lidar dan Kamera dalam Satu Unit untuk Atasi Masalah Mobil Otonom

Redaksi 17 Mei 2026 5 views
Ouster Gabungkan Lidar dan Kamera dalam Satu Unit untuk Atasi Masalah Mobil Otonom
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, perusahaan teknologi Ouster memperkenalkan solusi baru untuk sistem penggerak otonom dengan menggabungkan sensor lidar dan kamera dalam satu unit perangkat keras. Solusi ini bertujuan untuk mengatasi tantangan utama dalam pengembangan mobil swakemudi.

Sensor lidar Rev8 dari Ouster diklaim mampu menangkap data jarak lidar dan gambar secara bersamaan. Model OS1 Max secara khusus dirancang untuk aplikasi otomotif, menawarkan jangkauan hingga 200 meter sambil merekam video 360 derajat dengan fitur yang disebut Ouster sebagai "lidar warna asli".

CEO Ouster, Angus Pacala, menyatakan kepada TechCrunch bahwa selama ini, perusahaan harus membeli sensor lidar dan kamera secara terpisah, kemudian berusaha menggabungkan data dari kedua sumber tersebut. Proses kalibrasi dan fusi data ini memakan banyak waktu dan seringkali hanya mencapai hasil yang setengah jadi.

Pacala menambahkan bahwa sensor baru Ouster dirancang untuk menghilangkan kebutuhan akan kamera terpisah. "Tidak ada alasan mengapa satu sensor tidak bisa melakukan keduanya," ujarnya. Lidar, yang merupakan singkatan dari Light Detection and Ranging, menggunakan laser untuk mengukur jarak objek di sekitarnya, lalu komputer membangun peta 3D dari lingkungan tersebut. Sensor Rev8 dari Ouster dapat menangkap gambar berwarna beresolusi megapixel bersamaan dengan data lidar dari lasernya.

Selain itu, Ouster mengumumkan bahwa sensor Rev8 telah memenuhi kualifikasi untuk platform NVIDIA Drive. Perusahaan seperti Lucid telah menggunakan platform ini dalam upaya mereka untuk menjadi yang pertama menawarkan otonomi Level 4 kepada konsumen, di mana intervensi manusia seharusnya tidak diperlukan sama sekali. Sensor ini juga berpotensi digunakan pada tingkat otonomi yang lebih rendah. Namun, adopsi massal akan sangat bergantung pada harga sensor tersebut, yang belum diumumkan oleh Ouster. Agar dapat menggantikan sensor kamera dan lidar yang terpisah, sensor Rev8 harus memiliki harga yang lebih kompetitif.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.