bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 15:36 WIB

Paragon Diduga Tidak Bekerja Sama dengan Otoritas Italia dalam Penyelidikan Serangan Spyware

Redaksi 29 April 2026 10 views
Paragon Diduga Tidak Bekerja Sama dengan Otoritas Italia dalam Penyelidikan Serangan Spyware
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Menurut laporan yang beredar, perusahaan teknologi pengawasan asal Israel-Amerika, Paragon Solutions, diduga tidak bekerja sama dengan otoritas Italia dalam penyelidikan serangan spyware yang menargetkan jurnalis dan aktivis di negara tersebut. Laporan ini muncul setelah WhatsApp dan Apple sebelumnya memberi tahu sejumlah individu di Italia bahwa mereka telah menjadi sasaran spyware pemerintah.

WhatsApp secara spesifik menuding Paragon Solutions sebagai penyedia teknologi untuk kampanye peretasan yang menargetkan sekitar 90 orang di seluruh dunia menggunakan spyware bernama "Graphite". Notifikasi ini memicu skandal di Italia yang masih terus berkembang, mendorong para korban untuk mengajukan keluhan pidana dan membuka investigasi oleh jaksa penuntut.

Wired Italy melaporkan bahwa jaksa penuntut Italia telah mengirimkan permintaan resmi untuk mendapatkan informasi kepada Paragon melalui pemerintah Israel. Namun, satu tahun setelah penyelidikan dibuka, perusahaan tersebut dilaporkan belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, Paragon sempat berselisih dengan pemerintah Italia. Perusahaan tersebut mengklaim telah menawarkan bantuan kepada pemerintah Italia untuk menyelidiki dugaan peretasan jurnalis menggunakan spyware Graphite, namun tawaran tersebut ditolak. Paragon bahkan membatalkan kontraknya dengan dua badan intelijen Italia, AISE dan AISI, sebagian karena penolakan tawaran bantuannya.

Alasan ketidakresponsifan Paragon terhadap permintaan jaksa masih belum jelas. Ada kemungkinan pemerintah Israel turut campur, mengingat laporan sebelumnya dari The Guardian yang menyebutkan pemerintah Israel menyita dokumen dari kantor NSO Group untuk mencegah perusahaan tersebut mematuhi permintaan pengadilan dalam gugatan terhadap WhatsApp. Pengacara hak asasi manusia Israel, Eitay Mack, menyatakan kepada Wired Italy bahwa pemerintah Israel memiliki kewenangan untuk memaksa perusahaan lokal bekerja sama dengan permintaan yudisial asing, namun hal tersebut jarang terjadi.

Kasus ini mengingatkan pada penyelidikan pengadilan tinggi Spanyol yang ditutup lebih awal tahun ini terkait penggunaan spyware NSO untuk menargetkan politisi Spanyol, dengan alasan otoritas Israel tidak kooperatif. Baik Paragon, kedutaan besar Israel di Washington D.C., maupun kantor kejaksaan di Roma dan Naples yang bersama-sama menyelidiki kasus ini, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari TechCrunch.

Paragon sendiri berusaha memposisikan diri sebagai alternatif yang lebih etis dibandingkan pembuat spyware lain seperti NSO Group atau Intellexa, yang sering terlibat dalam skandal. Situs web resmi Paragon, yang kini tidak dapat diakses, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan menyediakan "alat, tim, dan wawasan yang berbasis etika". Ini adalah skandal publik pertama bagi Paragon, meskipun perusahaan tersebut memiliki kontrak aktif dengan U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE), yang menggunakan spyware Paragon untuk memerangi terorisme dan penyelundupan narkoba.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.