bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, kelangkaan beras dengan jenis tertentu masih terjadi di sejumlah daerah. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan beras kelas menengah sulit ditemukan di pasar, meski ketersediaan beras secara umum dinilai cukup secara kuantitas.
Farhan menyebut Kementerian Pertanian sedang melakukan penertiban untuk menangani persoalan tersebut. Pemerintah Kota Bandung menunggu hasilnya dan akan mendorong distributor agar kembali memasok beras kelas menengah. Sementara itu, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog serta beras super disebut tersedia cukup.
Menurut Farhan, pemerintah kota tidak dapat mengintervensi kelangkaan beras jenis tertentu karena hal itu berkaitan dengan mekanisme pasar. Ia juga mengatakan permintaan beras kelas menengah tergolong tinggi.
Di Cimahi, Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) menemukan pasokan beras premium di dua ritel modern yang diperiksa sedang menurun. Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperind Kota Cimahi Indra Bagjana mengatakan penyebabnya masih ditelusuri. Ia menyebut data Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan stok beras premium secara keseluruhan seharusnya cukup.
Indra memastikan beras premium curah di pasar rakyat tersedia, begitu pula beras medium di ritel modern dan pasar tradisional. Ia menambahkan, Bapanas kembali membuka penyaluran beras SPHP dan menambah alokasinya.
Pada akhir bulan, Pemerintah Kota Cimahi juga berencana kembali menyalurkan program Siapkan Beras untuk Masyarakat Cimahi (SiBesti). Program tersebut ditujukan untuk menstabilkan harga bahan pokok dan membantu warga kurang mampu.