bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Pemerintah Masukkan Target PLTN 7 GW dalam Rencana Induk Energi

Redaksi 06 Oktober 2026 15 views
Pemerintah Masukkan Target PLTN 7 GW dalam Rencana Induk Energi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengatakan pemerintah menyiapkan program nuklir sebagai salah satu pilar ketahanan energi nasional. Target kapasitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebesar 7 gigawatt (GW) disebut telah tercantum dalam rencana induk energi Indonesia.

Hashim menyampaikan hal itu dalam International Indonesia Sustainability Forum di Jakarta, Selasa (6/10/2026). Ia mengatakan pengembangan nuklir merupakan bagian dari agenda energi berkelanjutan yang berjalan bersama pemanfaatan tenaga surya, panas bumi, dan tenaga air.

Menurut Hashim, informasi tentang target PLTN 7 GW tersebut ia dengar dari Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Ia juga menyebut pemerintah menyiapkan kapasitas terpasang tenaga surya sebesar 100 GW.

Hashim menjelaskan, pengembangan beragam sumber energi berkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil secara bertahap. Namun, pemerintah tetap perlu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Karena itu, menurut dia, industri batu bara tidak dapat dihentikan secara tiba-tiba.

Ia turut menyoroti risiko ketergantungan pada energi dari luar negeri di tengah situasi geopolitik global, termasuk perang di Timur Tengah. Pemerintah, kata Hashim, juga mendorong pengembangan bahan bakar nabati. Strategi energi berkelanjutan Indonesia mencakup tenaga surya, nuklir, panas bumi, hidro, dan biofuel.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.