bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 05:43 WIB

Penciptaan Lapangan Kerja AS Lampaui Ekspektasi Selama Dua Bulan Berturut-turut

Redaksi 09 Mei 2026 13 views
Penciptaan Lapangan Kerja AS Lampaui Ekspektasi Selama Dua Bulan Berturut-turut
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, ekonomi Amerika Serikat (AS) menciptakan 115.000 lapangan kerja baru pada bulan April, menunjukkan ketahanan sektor bisnis dalam menghadapi dampak ekonomi dari perang AS-Israel di Iran. Angka ini melampaui perkiraan ekonom, hampir dua kali lipat dari prediksi yang ada.

Data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) juga mencatat tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,3%. Situasi ini terjadi di tengah gejolak energi global yang mendorong kenaikan harga bensin bagi konsumen Amerika, akibat penutupan Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel di Iran.

Angka penciptaan lapangan kerja bulan April ini mengikuti fluktuasi besar dalam beberapa bulan terakhir. Data non-farm payrolls sempat turun 156.000 pada Februari sebelum naik 185.000 pada Maret.

Angka ketenagakerjaan April yang solid ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya untuk mengendalikan inflasi. Revisi data Maret dan Februari menunjukkan rata-rata kenaikan pekerjaan mencapai 48.000 selama tiga bulan terakhir, sejalan dengan tingkat 'breakeven' yang dibutuhkan untuk menyerap angkatan kerja baru.

Peningkatan data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan ini turut mendorong indeks saham utama AS. S&P 500 naik 0,8% dan Dow Jones Industrial Average ditutup datar.

Para ekonom menilai angka tersebut menggembirakan, terutama dengan performa kuat di sektor ritel serta transportasi dan pergudangan. Thomas Ryan, ekonom Amerika Utara di Capital Economics, menyatakan bahwa kedua sektor tersebut memberikan sinyal positif mengenai kesehatan belanja konsumen, meskipun ada tekanan dari kenaikan harga bensin.

Namun, Ryan juga menyoroti adanya 'sinyal beragam' dalam laporan tersebut, termasuk pertumbuhan upah yang lambat dan kontraksi pasar kerja secara keseluruhan akibat sedikitnya orang usia kerja yang mencari pekerjaan. "Meskipun demikian, ini pada akhirnya adalah laporan ketenagakerjaan yang positif yang memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja stabil dan bahkan berpotensi mengalami percepatan," katanya.

Di sisi lain, Samuel Tombs, kepala ekonom AS di Pantheon Macroeconomics, memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja akan mulai melambat dalam beberapa bulan mendatang. Ia merujuk pada data survei terbaru yang mengindikasikan perlambatan perekrutan, dan memprediksi tingkat pengangguran dapat naik dari 4,3% menjadi 4,7% pada akhir tahun, yang mungkin mendorong Federal Reserve untuk mulai memangkas suku bunga mulai Desember.

Gedung Putih menyambut baik angka pekerjaan April ini. Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menyatakan bahwa ini adalah 'tanda lain bahwa ekonomi Amerika tetap berada di jalur yang solid di bawah Presiden Trump'. "Setiap indikator utama mengarah ke arah yang benar, dan masyarakat Amerika dapat yakin bahwa yang terbaik akan datang," ujarnya.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.