bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, meskipun dikenal dengan kampanye kontroversialnya, Jaspar Carmichael-Jack, co-founder dan CEO startup AI Artisan, menekankan pentingnya merekrut individu yang tepat untuk kesuksesan perusahaan yang sedang berkembang pesat.
Artisan, yang mengembangkan karyawan AI untuk keperluan penjualan dan interaksi pelanggan, menyadari bahwa kesalahan dalam perekrutan dapat berdampak fatal bagi startup yang sedang dalam tahap pertumbuhan. Carmichael-Jack mengakui bahwa timnya telah melakukan banyak kesalahan dalam perekrutan, bahkan mempekerjakan lebih dari 100 orang untuk mendapatkan 40 karyawan seperti saat ini.
Menurut Carmichael-Jack, kesalahan dalam perekrutan atau mengisi posisi yang salah dapat berakumulasi dengan cepat, membuang waktu, menurunkan moral, dan menciptakan kelambatan eksekusi yang bisa menghancurkan startup. Ia menambahkan bahwa menjaga tim yang terdiri dari 50 orang tetap selaras dengan misi jauh lebih sulit daripada tim yang beranggotakan 10 orang.
“Saya pikir kami akan berkembang lebih cepat jika saya mempekerjakan semua peran ini dan membangun tim yang besar, tetapi itu sebenarnya membuatnya lebih sulit untuk berkembang,” ujar Carmichael-Jack.
Carmichael-Jack menyarankan bahwa perekrutan seharusnya hanya dilakukan ketika tim yang ada tidak mampu menangani beban kerja. Ia juga menyoroti bahwa pengalaman di perusahaan teknologi besar tidak selalu menjamin kesuksesan di lingkungan startup yang dinamis. Keterampilan yang dibutuhkan dalam tim besar yang memiliki sumber daya memadai seringkali berbeda dengan yang diperlukan untuk berkinerja baik di startup.
Pengalaman dan semangat kandidat lebih penting daripada nama-nama besar di resume. Kandidat yang terlalu senior mungkin kesulitan beradaptasi dengan kekacauan startup, sementara kandidat yang terlalu junior mungkin tidak memiliki keterampilan yang memadai untuk mengembangkan fungsinya.
Proses perekrutan harus dilakukan dengan sabar dan teliti, bahkan untuk kandidat yang mengesankan. Namun, tindakan tegas diperlukan ketika seseorang terbukti tidak cocok untuk tim. Carmichael-Jack mengungkapkan bahwa di awal, mereka terlalu lambat dalam mengambil keputusan, seringkali menunda selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, yang terbukti tidak efektif.
Kesalahan awal Carmichael-Jack menjadi pengingat bahwa perekrutan bukan hanya tugas operasional, melainkan strategis. Perekrutan yang salah tidak hanya memperlambat kemajuan, tetapi juga dapat mengubah budaya perusahaan, menurunkan standar, dan mempersulit perekrutan di masa depan. Sebaliknya, perekrutan yang tepat dapat memberikan dampak positif yang sama cepatnya.
Pada akhirnya, bahkan perusahaan yang membangun karyawan AI pun belajar pelajaran yang sama: perusahaan tidak dapat berkembang tanpa manusia, hanya saja mereka haruslah manusia yang tepat.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.