bytedaily
Senin, 13 Juli 2026 - 06:22 WIB

Pendiri Zhipu AI, Liu Debing, Raih Kekayaan Rp470 Triliun di Tengah Booming Industri Kecerdasan Buatan

Redaksi 13 Juli 2026 1 views
Pendiri Zhipu AI, Liu Debing, Raih Kekayaan Rp470 Triliun di Tengah Booming Industri Kecerdasan Buatan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, booming industri kecerdasan buatan (AI) telah melahirkan sosok konglomerat baru, salah satunya adalah Liu Debing, pendiri dan Chairman Knowledge Atlas Technology yang lebih dikenal sebagai Zhipu AI.

Berdasarkan data Forbes, kekayaan Liu Debing tercatat mencapai US$26 miliar atau setara dengan Rp470,09 triliun, menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia dan menempati urutan ke-93.

Liu Debing lahir di China pada tahun 1975. Ia meraih gelar sarjana ilmu komputer dari Universitas Beijing Jiaotong pada 1997 dan melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor dari Akademi Ilmu Pengetahuan China pada 2007. Setelah itu, ia sempat bekerja di Institut Teknologi Beijing sebelum menjadi insinyur senior di Universitas Tsinghua.

Pada Juni 2019, Liu bersama rekan-rekannya di Universitas Tsinghua, Tang Jie dan Li Juanzi, mendirikan Zhipu AI dengan tujuan awal mengkomersialkan aset komputasi universitas. Perusahaan ini berhasil menarik perhatian investor besar di China seperti Alibaba dan Tencent.

Zhipu AI, yang dikenal dengan layanan Z.ai-nya, kerap disebut sebagai pesaing OpenAI, pengembang ChatGPT. Perusahaan ini juga sempat masuk daftar hitam perdagangan Amerika Serikat pada awal 2025 atas tuduhan berkontribusi pada kemajuan militer China melalui pengembangan cip dan penelitian AI tingkat lanjut.

Meskipun demikian, Zhipu AI berhasil melakukan penawaran umum perdana di bursa saham Hong Kong pada 8 Januari 2026, menghimpun dana sebesar US$560 juta. Sebagian besar dana ini dialokasikan untuk penelitian dan pengembangan.

Baru-baru ini, perusahaan kembali mendapatkan suntikan dana senilai US$4 miliar melalui penjualan saham sekunder di Bursa Efek Hong Kong. Dana tersebut akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan, termasuk perekrutan, peningkatan kapasitas komputasi, layanan teknis, dan ekspansi bisnis.

Di bawah kepemimpinan Liu, Zhipu AI terus berinovasi. Perusahaan baru saja meluncurkan model open source GLM 5.2 pada Juni lalu, yang diklaim memiliki performa unggul dan dapat diunduh serta disesuaikan secara gratis oleh pengguna.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.