bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 00:29 WIB

Pengadilan Jerman Nyatakan Milka Curangi Konsumen Lewat 'Shrinkflation'

Redaksi 14 Mei 2026 12 views
Pengadilan Jerman Nyatakan Milka Curangi Konsumen Lewat 'Shrinkflation'
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, sebuah pengadilan di Jerman telah memutuskan bahwa produsen cokelat Milka telah menipu konsumen dan melanggar hukum persaingan usaha melalui praktik 'shrinkflation' pada produk cokelat klasik Alpine Milk mereka. Pengadilan regional Bremen menyatakan bahwa pengurangan jumlah cokelat dalam kemasan yang sama telah menyesatkan pelanggan.

Kasus ini diajukan oleh kantor perlindungan konsumen Hamburg (VZHH) yang menuduh produsen Mondelēz menipu konsumen dengan mengurangi berat batang cokelat "Alpenmilch" dari 100 gram menjadi 90 gram. Menanggapi putusan tersebut, Mondelēz menyatakan kepada BBC bahwa mereka "menganggap serius keputusan pengadilan" dan akan "mempelajarinya secara rinci".

Praktik 'shrinkflation', yaitu mengurangi ukuran atau isi produk sambil mempertahankan harga yang sama, seringkali dilakukan oleh produsen karena kenaikan biaya. Fenomena ini terjadi di berbagai negara. Di Inggris, kelompok konsumen Which? menyebutnya sebagai taktik yang "licik". Menurut Which?, kenaikan harga cokelat disebabkan oleh peningkatan biaya kakao secara global akibat panen buruk di Afrika Barat.

Mondelēz berargumen bahwa mereka telah menginformasikan konsumen Jerman tentang perubahan tersebut melalui situs web dan media sosial mereka, serta menyoroti kenaikan biaya dalam rantai pasokan mereka. "Sebagai konsekuensinya, dalam beberapa tahun terakhir kami memutuskan untuk menyesuaikan berat beberapa batang Milka," ujar Mondelēz.

Tahun lalu, konsumen Jerman menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap penjelasan perusahaan dan memilih batang Milka Alpenmilch sebagai "kemasan penipuan tahun 2025". Meskipun berat batang cokelat telah dikurangi, kemasan ungu khasnya tidak menunjukkan perubahan yang mencolok. Batang baru tersebut memiliki ketebalan satu milimeter lebih tipis, dan harganya naik dari €1,49 (sekitar Rp26.000) menjadi €1,99 (sekitar Rp34.000) pada awal tahun 2025.

Mondelēz sebelumnya bersikeras bahwa berat yang lebih rendah terlihat jelas pada kemasannya dan membantah tuduhan dari kelompok konsumen Hamburg. Pengacara perusahaan berargumen di pengadilan bahwa batang cokelat di masa lalu memiliki berat yang berfluktuasi antara 81-100 gram tergantung produknya.

Pengadilan distrik di Bremen memutuskan bahwa, jika dilihat secara terpisah, mempertahankan kemasan yang sama bukanlah masalah. Namun, penipuannya terletak pada ketidaksesuaian antara isi aktual dengan "ekspektasi yang disampaikan secara visual" dari produk yang telah dikenal konsumen selama bertahun-tahun. Pengadilan menyatakan bahwa untuk menghilangkan penipuan tersebut, "pemberitahuan yang jelas, dapat dipahami, dan mudah terlihat pada kemasan sangat diperlukan".

Putusan ini dianggap signifikan karena "ada risiko pengulangan". Putusan ini belum berkekuatan hukum tetap, karena perusahaan memiliki waktu satu bulan untuk mengajukan banding. Perjuangan melawan 'shrinkflation' antara kelompok konsumen dan produsen cokelat di Jerman tidak terbatas pada Milka. Batang cokelat ikonik Jerman lainnya, Ritter Sport, juga telah mengubah berat beberapa varian rasanya sambil tetap mempertahankan bentuk kotaknya yang khas.

Hingga awal Mei 2026, batang cokelat Ritter Sport memiliki berat 100 gram, namun kini tiga variannya hanya berbobot 75 gram. Meskipun ketiga produk tersebut terlihat sama besarnya, namun lebih tipis. Ritter Sport telah mengubah kemasan secara mencolok dan memasarkan batang yang lebih ringan sebagai rangkaian produk baru. Harganya tetap sama, dan Ritter Sport menyatakan bahwa "konsumen lebih menyukai batang yang lebih tipis". Meskipun demikian, batang Ritter Sport juga masuk dalam daftar "kemasan penipuan" dari kelompok konsumen Hamburg VZHH. Kelompok tersebut menambahkan 77 produk ke dalam daftar tersebut pada tahun 2025 saja. Tidak hanya cokelat yang menjadi korban 'shrinkflation', pasta gigi, oat, dan kopi instan juga mengalami hal serupa.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.