bytedaily - Dugaan penggunaan sistem kecerdasan buatan (AI) dalam serangan militer Amerika Serikat ke sebuah sekolah di Iran, yang mengakibatkan 170 siswi dan staf tewas, kini menjadi sorotan. Pentagon belum memberikan konfirmasi langsung mengenai keterlibatan AI dalam keputusan penargetan tersebut.
Menurut laporan Wall Street Journal, Pentagon diduga menggunakan model AI Claude dari Anthropic untuk perencanaan serangan militer ke Iran baru-baru ini, bahkan sistem serupa berpotensi masih digunakan dalam operasi berkelanjutan. Laporan tersebut mengindikasikan bahwa serangan awal menghancurkan Sekolah Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, menewaskan sebagian besar korban dari kalangan siswi usia 7-12 tahun, dan melukai setidaknya 95 orang lainnya. Praktik serangan ganda yang dilaporkan setelah serangan pertama semakin memperparah jumlah korban, termasuk petugas pertolongan pertama dan orang tua yang datang menjemput anak-anak.
Investigasi Kementerian Pertahanan AS menyebutkan bahwa serangan militer ke Iran tersebut diduga salah sasaran, kemungkinan karena penggunaan data penargetan yang sudah usang. Insiden ini memicu investigasi internal militer AS yang masih berlangsung untuk menentukan tanggung jawab pasukan AS atas serangan terhadap sekolah putri tersebut.
Sementara itu, seorang pejabat Departemen Pertahanan AS mengungkapkan bahwa militer AS mungkin telah memanfaatkan AI generatif untuk memeringkat daftar target dan memberikan rekomendasi penyerangan. Sistem ini diduga bekerja dengan memasukkan daftar target potensial ke dalam AI generatif untuk dianalisis dan diprioritaskan oleh manusia, meskipun pejabat tersebut menekankan bahwa ini hanyalah contoh cara kerja dan bukan konfirmasi penggunaan saat ini.
Sejak tahun 2017, militer AS telah mengembangkan inisiatif 'big data' bernama Maven yang memanfaatkan AI, khususnya computer vision, untuk menganalisis data dan citra. Sistem ini dikembangkan untuk mempercepat proses persetujuan penargetan. Laporan terbaru menunjukkan penambahan AI generatif sebagai lapisan percakapan analitik untuk mempercepat penemuan dan analisis data dalam pengambilan keputusan prioritas target.