bytedaily - Pemerintah memperkirakan penerapan kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi karyawan swasta satu hari dalam sepekan dan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat dapat menghemat konsumsi BBM hingga Rp 59 triliun. Perkiraan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Selain penghematan bagi masyarakat, kebijakan WFH juga diproyeksikan mampu menyumbang penghematan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 6,2 triliun. Penghematan APBN ini berasal dari berkurangnya biaya kompensasi BBM yang ditanggung pemerintah.
Pemerintah menetapkan kebijakan WFH setiap hari Jumat sebagai langkah efisiensi energi, terutama dalam menghadapi konflik global yang memengaruhi harga energi. Selain itu, pemerintah juga mengambil langkah lain seperti pembatasan penggunaan mobil dinas hingga 50 persen (kecuali untuk operasional dan mobil listrik) serta mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi publik.
Lebih lanjut, kebijakan efisiensi mobilitas juga mencakup pembatasan perjalanan dinas dalam negeri hingga 50 persen dan perjalanan dinas luar negeri hingga 70 persen. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam pembelian BBM. Ia menyarankan agar satu mobil pribadi tidak diisi lebih dari 50 liter per hari melalui pemanfaatan fitur barcode di aplikasi MyPertamina.
Pembatasan 50 liter per hari ini tidak berlaku bagi angkutan umum dan bus trayek, mengingat kebutuhan pengisian BBM mereka yang lebih besar. Pemerintah mengharapkan kerja sama masyarakat dalam upaya bijak menggunakan BBM di tengah gejolak harga minyak dunia.