bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, penutupan sejumlah bandara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 menimbulkan kerugian sekitar Rp 40 miliar bagi Angkasa Pura selama dua hari. Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, Agus Haryadi, mengatakan keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam penutupan tersebut.
Menurut Agus, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani sekitar 1.000 pergerakan penerbangan dan rata-rata 130 ribu penumpang setiap hari. Dampak serupa juga dirasakan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, serta Bandara Tanjung Karang, Lampung.
Angkasa Pura bersama sejumlah pemangku kepentingan bergerak menangani pelayanan bagi sekitar 200 ribu calon penumpang yang terdampak setiap hari. Perusahaan juga mengalihkan rute penerbangan ke sejumlah bandara lain di Pulau Jawa dan mengerahkan bus untuk membawa penumpang ke bandara alternatif di Solo, Yogyakarta, dan Surabaya.