bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, batang penghubung (connecting rod) merupakan komponen krusial dalam mesin pembakaran internal yang menghubungkan piston dengan poros engkol (crankshaft). Terdapat dua tipe batang penghubung yang paling umum digunakan, yaitu tipe I-beam dan H-beam, yang perbedaannya terletak pada bentuk penampang dan kesesuaian aplikasinya dalam mesin.
Secara fisik, perbedaan antara batang penghubung I-beam dan H-beam sangat terlihat pada penampang melintangnya. Batang penghubung tipe H-beam memiliki penampang berbentuk huruf 'H', sementara tipe I-beam berbentuk huruf 'I'.
Batang penghubung I-beam umumnya menjadi komponen bawaan pabrikan (original equipment) karena biaya produksinya yang lebih rendah dan kemampuannya yang memadai untuk penggunaan standar. Desain dasarnya telah digunakan sejak lama dalam pengembangan mesin pembakaran internal.
Sementara itu, batang penghubung H-beam lebih sering ditemukan pada komponen aftermarket. Tipe ini kerap dipilih untuk meningkatkan performa mesin, terutama pada aplikasi yang menggunakan induksi paksa (forced induction) seperti supercharger atau turbocharger, karena lebih tahan terhadap tekukan akibat peningkatan tenaga dan torsi yang signifikan. H-beam dianggap lebih kuat pada sisi piston, sehingga cocok untuk aplikasi dengan putaran mesin tinggi (RPM) yang didukung induksi paksa atau nitrous oxide.
Namun, pemilihan antara kedua tipe ini sangat bergantung pada kebutuhan spesifik mesin. Meskipun H-beam dikenal tangguh untuk RPM tinggi, batang penghubung ini cenderung lebih berat dibandingkan I-beam. Bobot tambahan pada komponen yang berputar dapat memperlambat respons putaran mesin. Oleh karena itu, batang penghubung I-beam lebih sesuai untuk aplikasi mesin yang mengutamakan putaran cepat (fast-revving) tanpa induksi paksa, seperti pada mesin Honda K atau Porsche 718 Cayman GTS 4.0.
Prinsip umum dalam pemilihan batang penghubung adalah memilih yang seringan mungkin untuk mengoptimalkan efisiensi dan output tenaga. Namun, perlu dicatat bahwa kemajuan ilmu material dan desain modern telah memungkinkan batang penghubung I-beam untuk memiliki kekuatan yang setara dengan H-beam pada aplikasi induksi paksa, begitu pula sebaliknya, H-beam dapat dibuat ringan. Beberapa perusahaan komponen aftermarket menawarkan batang penghubung I-beam yang mampu menangani hingga 500 hp untuk aplikasi naturally aspirated atau 700 hp dengan induksi paksa, sementara H-beam ringan dari merek yang sama dapat menangani hingga 600 hp.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.