bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, perbedaan antara ban truk gandeng (semi truck) dan ban mobil penumpang tidak hanya terletak pada ukurannya yang jelas terlihat. Ban komersial dan ban mobil penumpang dirancang untuk memenuhi tuntutan yang sangat berbeda terkait beban, tekanan udara, dan konsekuensi jika salah satunya mengalami kegagalan.
Ban truk gandeng bukanlah sekadar versi ban mobil yang diperbesar. Ban truk dan trailer dibangun menggunakan lebih banyak karet alam dan baja dibandingkan ban mobil. Perbedaan struktural ini jauh melampaui rasio material. Ban mobil penumpang umumnya beroperasi pada tekanan 28 hingga 36 pon per inci persegi (psi). Sebaliknya, sebagian besar ban truk gandeng beroperasi pada kisaran 85 hingga 110 psi, hampir tiga kali lipat tekanan tersebut.
Perbedaan tekanan ini sangat krusial mengingat perbedaan beban. Rata-rata mobil penumpang memiliki berat sekitar 3.806 pon, sementara truk gandeng bermuatan penuh dapat mencapai 80.000 pon di jalan raya antarnegara bagian, sekitar 21 kali lebih berat. Meskipun konstruksi ban menentukan kapasitas tekanan, tekanan udara justru menentukan kapasitas beban. Kendaraan seberat 80.000 pon membutuhkan tekanan inflasi yang jauh lebih tinggi di setiap gandar dibandingkan mobil penumpang.
Kebutuhan tekanan ini sangat penting bagi armada truk, sehingga banyak truk modern kini dilengkapi sistem inflasi ban otomatis untuk menjaganya tetap optimal. Perbedaan tujuan ini membentuk segala aspek lain dari cara ban ini dibuat, diberi peringkat, dan dirawat.
Ban mobil penumpang biasanya memiliki peringkat empat lapis (B) atau lebih rendah. Ban truk ringan dimulai dari enam lapis (C) atau lebih. Ban komersial berat bahkan lebih tinggi, dengan rentang beban umum seperti G, H, dan L (14, 16, 20 lapis). Namun, jumlah lapisan (ply) saat ini tidak lagi merujuk pada jumlah lapisan fisik di dalam ban, melainkan menunjukkan kekuatan setara dibandingkan ban bias-ply generasi sebelumnya.
Selain itu, beban yang diharapkan ditanggung oleh setiap ban juga berbeda. Indeks beban 95, yang umum pada ban mobil penumpang, menunjukkan ban tersebut mampu menopang beban maksimum 1.521 pon. Untuk ban truk gandeng, indeks beban 144 dapat berarti ban tersebut menopang hingga 6.173 pon per ban.
Perbedaan posisi ban juga signifikan. Berbeda dengan mobil penumpang yang keempat bannya melakukan tugas serupa, truk gandeng memiliki tiga jenis ban yang berbeda. Ban kemudi di poros depan mengandalkan tapak bergaris untuk menyalurkan air dan memastikan stabilitas. Ban penggerak menggunakan tapak tipe lug untuk traksi pada poros belakang yang bertenaga. Ban trailer dirancang untuk menahan gaya pengereman dan gaya samping sambil membawa beban yang beragam.
Terdapat pula perbedaan antara ban komersial regional dan ban jarak jauh. Ban regional dirancang untuk jarak pendek hingga menengah, sementara ban jarak jauh ditujukan untuk pengangkutan jarak jauh. Terakhir, peringkat kecepatan, yang sering diabaikan oleh pengemudi mobil, biasanya diperhatikan oleh pengemudi truk. Banyak armada truk komersial menggunakan peringkat kecepatan 'L', yang berarti kecepatan maksimum 75 mph. Ban mobil penumpang standar memiliki peringkat kecepatan antara 112 mph (S) hingga 118 mph (T).
Ban mobil juga berpotensi mengalami kegagalan katastropik. Namun, perbedaannya bukanlah seberapa sering ban gagal, melainkan apa yang terjadi ketika kegagalan itu terjadi.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.