bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, mesin sepeda motor dan mobil, meskipun sama-sama menggunakan pembakaran internal dan berbagi komponen dasar seperti piston, silinder, busi, serta poros engkol, memiliki perbedaan mendasar dalam desain dan prioritasnya. Perbedaan ini muncul karena tujuan penggunaan dan karakteristik kendaraan yang berbeda.
Sepeda motor, yang memiliki bobot ringan, memprioritaskan kecepatan di atas torsi. Mesinnya mampu berputar pada putaran yang jauh lebih tinggi dibandingkan mesin mobil. Sebaliknya, mesin mobil dirancang untuk menggerakkan bobot yang lebih besar, sehingga prioritasnya berbeda. Selain itu, mesin sepeda motor harus didesain agar ringkas untuk memenuhi keterbatasan ruang dan berat. Konfigurasi mesin pada sepeda motor juga lebih beragam dibandingkan mobil.
Salah satu perbedaan signifikan adalah integrasi mesin dengan transmisi. Pada sepeda motor, mesin dan transmisi seringkali berbagi pompa dan oli yang sama, tidak seperti pada mobil. Beberapa sepeda motor bahkan masih menggunakan sistem pendinginan udara (air-cooled) tanpa cairan pendingin (liquid coolant), yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dibandingkan sistem pendinginan cairan.
Secara umum, sepeda motor lebih irit bahan bakar daripada mobil. Namun, terutama pada model-model lama, emisi gas buangnya bisa lebih buruk bagi lingkungan. Badan perlindungan lingkungan Amerika Serikat (EPA) sempat memberikan kelonggaran lebih bagi sepeda motor dibandingkan mobil terkait emisi, meskipun regulasi untuk sepeda motor kini semakin ketat.
Mesin mobil modern umumnya memiliki konfigurasi silinder berbaris (inline-4, inline-6) atau berbentuk 'V' (V-6, V-8, V-12). Konfigurasi yang lebih jarang ditemukan pada mobil meliputi mesin Wankel rotary dan mesin horizontal opposed (seperti mesin 'boxer' pada Porsche dan Subaru).
Mesin sepeda motor juga hadir dalam konfigurasi inline dan V, namun mesin horizontal opposed atau 'boxer' lebih umum ditemukan, biasanya dalam konfigurasi dua silinder (flat-twin). Pada beberapa model, kepala silinder menonjol keluar dari rangka, membuatnya rentan tergores. Honda Gold Wing menggunakan mesin flat-four dan flat-six yang besar, berat, dan mahal, cocok untuk model touring mewah. Mesin satu silinder juga umum pada sepeda motor, terutama untuk motor off-road, dual-sport, dan enduro yang mengutamakan kesederhanaan.
Sebagai pengecualian, Boss Hoss adalah sepeda motor yang menggunakan mesin mobil, khususnya V8 dari Chevrolet, dengan transmisi semi-otomatis. Kendaraan ini dibanderol mulai dari harga sekitar $70.000.
Interval penggantian oli mobil modern umumnya lebih panjang, berkisar antara 7.500 hingga 10.000 mil, berbeda dengan rekomendasi 3.000 mil yang seringkali berlebihan. Penggantian busi biasanya dilakukan setiap sekitar 10.000 mil. Sementara itu, sepeda motor memerlukan perawatan yang lebih sering, termasuk penggantian oli, yang harus dilakukan secara lebih rutin.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.