bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 21:06 WIB

Pergeseran Puncak Kekayaan di ASEAN: Bos Vingroup Lampaui Prajogo Pangestu

Redaksi 06 April 2026 17 views
Pergeseran Puncak Kekayaan di ASEAN: Bos Vingroup Lampaui Prajogo Pangestu
Ilustrasi: Pergeseran Puncak Kekayaan di ASEAN: Bos Vingroup Lampaui Prajogo Pangestu

bytedaily - Pham Nhat Vuong, pendiri dan bos konglomerat Vietnam Vingroup, kini dinobatkan sebagai individu terkaya di Asia Tenggara, mengungguli Prajogo Pangestu, pemilik Barito Pacific Group asal Indonesia.

Menurut data Forbes, kekayaan bersih Nhat Vuong mencapai US$24,5 miliar (sekitar Rp414,05 triliun), menempatkannya di peringkat ke-100 orang terkaya dunia. Posisi ini melampaui Prajogo Pangestu yang kini berada di urutan ke-138 dengan kekayaan US$18,6 miliar (sekitar Rp314,34 triliun).

Dalam tiga bulan terakhir, kekayaan Pangestu mengalami penurunan signifikan, sebagian besar disebabkan anjloknya 60 persen nilai saham perusahaannya. Isu transparansi pasar saham domestik dan valuasi perusahaan besar di Indonesia disebut sebagai faktor pendorong penurunan tersebut.

Meskipun demikian, kekayaan Nhat Vuong juga tercatat mengalami penurunan sekitar US$4 miliar akibat pelemahan saham Vingroup, yang sebelumnya sempat mencapai rekor tertinggi tahun lalu.

Keluarga Pham Nhat Vuong saat ini mengendalikan Vingroup dengan kepemilikan saham sekitar 65 persen. Nhat Vuong sendiri memiliki 10,05 persen saham dari modal dasar perusahaan. Ia pertama kali terdaftar sebagai miliarder Vietnam oleh Forbes pada 2013 dengan kekayaan US$1,5 miliar.

Daftar orang terkaya Forbes edisi Maret juga mencantumkan istri dan saudara perempuan Nhat Vuong, yakni Pham Thu Huong dan Pham Thuy Hang, dengan masing-masing kekayaan US$1,5 miliar. Huong menjabat sebagai wakil ketua Vingroup dan ketua GSM, sementara Hang juga merupakan wakil ketua Vingroup.

Vingroup memproyeksikan target pendapatan tahun ini sebesar US$17,1 miliar, meningkat 36 persen dari tahun sebelumnya. Perusahaan juga memperkirakan laba bersih setelah pajak akan melonjak menjadi rekor tertinggi, mencapai VND25 triliun (US$950 juta).