bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Pertamina Gas (Pertagas) menyiapkan rencana jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas penyaluran gas guna mendukung pertumbuhan bisnis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara.
Section Head Operation Stasiun Metering Gas KEK Sei Mangkei Pertagas, Gilang Fathurahim, mengatakan rencana tersebut akan dikaji dari sisi teknis dan keekonomian. Pertagas juga mempertimbangkan perkembangan jumlah industri serta kebutuhan gas di kawasan itu sebelum memutuskan penambahan kapasitas.
Menurut Gilang, peningkatan kapasitas sejalan dengan rencana pengembangan sumber gas, termasuk Blok Andaman di Aceh, serta pengembangan kawasan ekonomi Dumai-Sei Mangkei. Secara teknis, kapasitas dapat ditingkatkan melalui sejumlah cara, antara lain dengan menambah kemampuan kompresor atau kapasitas pipa.
Saat ini, Pertagas menyalurkan rata-rata sekitar 170 juta standar kaki kubik gas per hari di Sumatra Utara. Sebanyak 105 juta standar kaki kubik per hari, atau sekitar 61 persen, digunakan untuk pembangkit listrik PLN Belawan. Gas juga disalurkan untuk industri dan sektor pupuk.
Pasokan gas Pertagas berasal dari proses regasifikasi LNG. LNG yang tiba di Lhokseumawe dipindahkan ke tangki penyimpanan milik PAG, lalu diregasifikasi dan dialirkan melalui pipa Pertagas.
Gilang memperkirakan KEK Sei Mangkei akan terus berkembang seiring masuknya pabrik-pabrik baru. Ia menyebut kawasan tersebut berpotensi menjadi lokasi ekspansi industri, khususnya ketika ruang pengembangan di kawasan industri Medan semakin terbatas.
KEK Sei Mangkei ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 pada 27 Februari 2012 dan diresmikan pada 27 Januari 2015. Kegiatan utamanya meliputi industri pengolahan kelapa sawit dan karet, pariwisata, serta logistik. Kawasan seluas 2.002,7 hektare ini difokuskan sebagai pusat pengembangan industri hilir kelapa sawit dan karet.