bytedaily
Senin, 13 Juli 2026 - 03:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Siap Salurkan Biosolar B50, Impor Solar Diproyeksi Turun 18 Juta Kiloliter

Redaksi 13 Juli 2026 2 views
Pertamina Patra Niaga Siap Salurkan Biosolar B50, Impor Solar Diproyeksi Turun 18 Juta Kiloliter
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir dari ekonomi.republika.co.id, PT Pertamina Patra Niaga telah menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan Biodiesel B50 seiring dengan peluncuran Program Mandatori B50. Program ini diperkirakan akan menekan angka impor solar hingga sekitar 18 juta kiloliter pada tahun 2026, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Sebagai Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga telah mempersiapkan infrastruktur, sistem distribusi, dan rantai pasok untuk memastikan penyaluran B50 berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku tanpa mengganggu pasokan energi bagi masyarakat.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa Program Mandatori B50 merupakan langkah penting dalam meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya domestik. Kebijakan ini juga selaras dengan visi untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) dan mendukung transisi energi nasional.

Simon menambahkan bahwa program ini diproyeksikan akan mengurangi impor solar sekitar 18 juta kiloliter pada tahun 2026, atau setara dengan 310 ribu barel per hari. Pertamina berkomitmen penuh untuk mendukung keberhasilan program strategis ini demi mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa Pertamina memiliki pengalaman panjang dalam mendukung kebijakan mandatori biodiesel pemerintah, mulai dari B20 hingga B40, dan kini B50. Pengalaman ini menjadi modal penting untuk memastikan transisi menuju B50 berjalan optimal.

Baron mengonfirmasi bahwa Pertamina bersama Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan seluruh aspek operasional, termasuk infrastruktur, distribusi, serta koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan. Ia juga menekankan bahwa kualitas Biosolar B50 yang disalurkan telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah, sehingga masyarakat akan tetap memperoleh produk dengan mutu yang terjaga.

Proses pengujian kesiapan fasilitas, kualitas produk, dan kelancaran penyaluran B50 di berbagai wilayah Indonesia telah dilakukan oleh Pertamina Group bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan. Program Mandatori B50 akan memasuki masa transisi hingga 30 September 2026, di mana Pertamina Patra Niaga akan melakukan penyesuaian penyaluran secara bertahap.

Lebih lanjut, Baron menyatakan bahwa dukungan terhadap implementasi B50 merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya ini sejalan dengan transformasi perusahaan yang mengedepankan tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.