bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, perusahaan kecerdasan buatan (AI) yang didirikan oleh Elon Musk, sebelumnya dikenal sebagai xAI, kini secara resmi mengumumkan perubahan nama menjadi SpaceXAI. Perubahan ini juga disertai dengan pengenalan identitas visual baru melalui logo baru dan pembaruan nama pengguna di platform X.
Pergantian nama dan logo ini merupakan konsekuensi dari akuisisi xAI oleh SpaceX, perusahaan yang bergerak di bidang antariksa dan juga dipimpin oleh Elon Musk, yang telah berlangsung sejak awal tahun ini. SpaceX diketahui telah mengakuisisi xAI, termasuk produk chatbot Grok dan platform X, pada Februari lalu. Tindakan akuisisi ini menyatukan berbagai lini bisnis Musk yang mencakup kedirgantaraan, AI, dan media sosial di bawah satu entitas perusahaan.
Akun resmi yang sebelumnya digunakan oleh xAI kini telah berganti nama menjadi @SpaceXAI. Melalui akun tersebut, dibagikan sebuah video singkat yang menampilkan proses transisi grafis, di mana logo lama xAI bertransformasi menjadi logo baru SpaceXAI.
Menurut informasi dari Business Insider, rebranding ini dilakukan seiring dengan rencana aksi korporasi besar SpaceX yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO). SpaceX telah mencetak rekor sebagai perusahaan dengan nilai IPO terbesar dalam sejarah setelah berhasil mengumpulkan dana sebesar US$75 miliar. Valuasi perusahaan saat ini diperkirakan mencapai sekitar US$1,77 triliun.
Meskipun SpaceX lebih dikenal dengan fokusnya pada roket dan eksplorasi luar angkasa, dokumen yang berkaitan dengan IPO mereka menunjukkan besarnya investasi yang dialokasikan untuk sektor AI. Pengeluaran modal SpaceX untuk sektor AI diproyeksikan mencapai US$12,7 miliar pada tahun 2025, angka ini tiga kali lipat lebih besar dibandingkan anggaran untuk sektor luar angkasa dan konektivitas, termasuk layanan internet satelit Starlink.
Meskipun divisi AI ini masih mencatatkan kerugian bersih bagi perusahaan, SpaceX memiliki keyakinan akan potensi pertumbuhan yang sangat signifikan di sektor ini. Mereka bahkan menyatakan bahwa potensi pasar di bidang AI merupakan yang terbesar dalam sejarah peradaban manusia. SpaceX juga memiliki rencana untuk meluncurkan satelit komputasi AI, yang berfungsi sebagai pusat data di luar angkasa, paling cepat pada tahun 2028.
Di sisi lain, SpaceX telah berhasil mengamankan beberapa kontrak infrastruktur AI dengan nilai yang substansial. Anthropic telah sepakat untuk membayar SpaceX sebesar US$1,25 miliar per bulan untuk penggunaan daya komputasi di pusat data Colossus milik mereka. Selain itu, Google juga telah menyetujui kontrak senilai US$920 juta per bulan untuk fasilitas yang sama.