bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, perusahaan penagih aset pesawat, Nomadic Aviation Group, menghadapi tantangan besar untuk menyita armada pesawat sewaan milik maskapai Spirit Airlines yang bangkrut. Perusahaan ini harus menemukan 20 pilot dalam waktu hanya enam jam untuk memindahkan pesawat-pesawat tersebut.
Spirit Airlines, yang menyatakan kebangkrutan untuk kedua kalinya tahun lalu, meninggalkan armada pesawatnya di berbagai lokasi setelah penerbangan terakhir. Hal ini membuat perusahaan penyewa pesawat (lessor) memantau ketat situasi maskapai tersebut. Meskipun penutupan operasional Spirit tidak sepenuhnya mengejutkan, kecepatan prosesnya menjadi kejutan bagi banyak pihak, termasuk Nomadic Aviation Group.
Co-founder Nomadic Aviation Group, Bob Allen, mengungkapkan kepada The Wall Street Journal, "Saya punya waktu enam jam untuk mencari 20 pilot." Banyak dari pilot yang berhasil dikumpulkan untuk penerbangan pemindahan ini ternyata merupakan mantan pilot Spirit Airlines.
Proses penyitaan pesawat jauh lebih rumit daripada sekadar menarik kendaraan. Bandara tidak akan begitu saja menyerahkan pesawat bernilai jutaan dolar kepada pihak yang tidak berwenang. Setelah semua proses hukum selesai, Nomadic Aviation Group masih harus mengurus bahan bakar, rencana penerbangan, dan penempatan kru, layaknya maskapai pada umumnya. Seorang mekanik berlisensi dan perwakilan FAA (Federal Aviation Administration) harus memeriksa setiap pesawat untuk memastikan kelayakannya sebelum terbang.
Pesawat-pesawat yang disita akan dibawa ke fasilitas penyimpanan di gurun dekat Phoenix dan Tucson, Arizona. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada iklim kering Arizona yang membantu mencegah korosi pada pesawat yang tidak beroperasi. "Alasan kami membawanya ke Arizona adalah karena iklimnya kering," jelas Allen. "Jadi, pesawat yang duduk di iklim basah akan mulai memburuk. Mereka mulai mengembangkan [korosi]."
Sebagian besar armada mantan Spirit Airlines ini kemungkinan akan disewakan kembali ke maskapai lain, termasuk pesaing Spirit. Beberapa pesawat yang lebih tua mungkin akan dibongkar untuk diambil mesinnya, yang dapat membantu mengatasi kekurangan mesin Pratt & Whitney dan membuat pesawat baru yang menunggu mesin dapat segera beroperasi. Nasib akhir dari armada pesawat ini akan ditentukan oleh keputusan para perusahaan penyewa yang kini memilikinya.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.