bytedaily
Senin, 06 Juli 2026 - 17:45 WIB

Peternak Susu Peringatkan Harga Jual di Bawah Biaya Produksi, Masa Depan Industri Terancam

Redaksi 28 Mei 2026 17 views
Peternak Susu Peringatkan Harga Jual di Bawah Biaya Produksi, Masa Depan Industri Terancam
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, para peternak susu di Inggris menghadapi situasi sulit karena harga jual susu yang mereka terima jauh di bawah biaya produksi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kelangsungan industri dan ketertarikan generasi muda untuk meneruskan usaha tersebut.

Data industri menunjukkan bahwa peternak dibayar antara 32-35 pence per liter, sementara biaya produksi bisa mencapai 42-49 pence per liter. Ben Yates, seorang peternak dari Frome, Somerset, menyatakan keprihatinannya. "Jika kita tidak segera memperbaiki harga susu, tidak akan ada lagi industri ini," katanya.

Yates menambahkan bahwa kedua putranya ingin mengikuti jejaknya di bidang pertanian. Namun, ia memperingatkan bahwa tanpa adanya pengurangan kesenjangan antara harga jual dan biaya produksi, "tidak akan ada masa depan dalam industri ini." Kekhawatiran serupa diungkapkan oleh Tom Kimber, seorang peternak susu generasi ke-10, yang menyebut situasi ini "mengerikan" dan "tidak bisa bertahan lebih lama lagi seperti ini."

Meskipun menghadapi tantangan iklim dan kesulitan finansial, Seth dan Oscar, putra Ben Yates, tetap bersemangat untuk terlibat dalam peternakan. Mereka menghabiskan waktu di kandang sapi muda, mempersiapkan sapi perah untuk Royal Bath & West Show. Seth, yang bangga dengan salah satu sapi perahnya yang telah memenangkan penghargaan, menyatakan bahwa bertani "adalah bagian dari diri saya." Kedua putra Yates ingin melanjutkan karir di bidang pertanian, meskipun mereka menyadari kesulitannya.

Namun, kekhawatiran Ben Yates terhadap kelangsungan ekonomi dari produksi susu semakin besar. Rata-rata peternakan susu di Inggris saat ini mengalami kerugian 10 pence untuk setiap liter susu yang dijual. Yates menekankan pentingnya menjadikan produksi susu menarik bagi generasi mendatang, "Kita harus memiliki masa depan. Kita harus membuat pertanian dan produksi susu menarik agar orang ingin datang dan terlibat, membangunnya." Ia juga mencatat tren penutupan peternakan susu yang semakin banyak, dan menegaskan bahwa "begitu Anda berhenti bertani susu, Anda tidak bisa kembali lagi."

Statistik dari Agriculture and Horticulture Development Board (AHDB) mengkonfirmasi penurunan jumlah peternakan susu di Inggris ke rekor terendah, yaitu 7.010 peternakan pada tahun 2023, turun dari 8.310 pada tahun 2020. Meskipun demikian, laporan AHDB juga mencatat peningkatan 4% dalam total produksi susu karena adanya peternakan yang lebih besar yang mampu menghasilkan lebih banyak susu.

Namun, para peternak kecil merasa semakin tertekan oleh kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan. Fluktuasi harga susu dalam beberapa tahun terakhir sangat dipengaruhi oleh peristiwa global. Invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 sempat menaikkan harga susu hingga 55 pence per liter bagi peternak Inggris, namun tren ini tidak bertahan lama. Pada tahun 2023, produksi susu global meningkat dan harga turun kembali ke titik impas (sekitar 45 pence per liter) bagi sebagian besar peternak. Sejak Oktober 2025, harga susu kembali anjlok menjadi 32-35 pence per liter, diperparah oleh kenaikan biaya operasional seperti harga bahan bakar diesel merah yang berlipat ganda.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.