bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, PT Petrokimia Gresik (Persero) melalui program "Pestani Rawit Groo Festival" telah berhasil mendorong peningkatan produktivitas cabai rawit di Jawa Timur. Program ini melibatkan 270 petani dari berbagai wilayah seperti Malang, Kediri, Mojokerto, Blitar, dan Probolinggo, yang menerapkan praktik pemupukan dan budidaya berbasis teknologi.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menyatakan bahwa penerapan praktik budidaya yang terarah melalui demonstration plot (demplot) menghasilkan panen rata-rata 11,5 ton per hektare. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 13 hingga 15 persen jika dibandingkan dengan hasil panen sebelumnya yang berkisar 10 ton per hektare.
Adityo Wibowo menambahkan bahwa tujuan program ini adalah untuk mendorong petani cabai rawit di Jawa Timur agar terus meningkatkan hasil panen melalui pemupukan berimbang, pemanfaatan teknologi, dan praktik budidaya yang tepat. Hal ini diharapkan dapat membuat usaha tani menjadi lebih menguntungkan.
Jawa Timur memegang peranan penting dalam produksi cabai rawit nasional, menyumbang sekitar 35 persen dari total produksi nasional yang mencapai lebih dari 600 ribu ton. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas menjadi krusial untuk menjaga pasokan dan mendukung ketahanan pangan.
Dalam Pestani Rawit Groo Festival, proses budidaya dan hasilnya turut dilombakan. Kategori Groo Field Creation menilai peserta berdasarkan berat total 54 buah cabai rawit, dengan bobot penilaian 80 persen, sementara dokumentasi budidaya memiliki bobot 20 persen. Angka 54 dipilih karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-54 Petrokimia Gresik.
Selain kompetisi di lahan, festival ini juga melibatkan 270 pegiat urban farming dari 27 provinsi dalam program Groo Plant Creator, yang berbagi pengalaman budidaya cabai melalui media sosial. Program ini didukung oleh Groo Plant Partner yang melibatkan 54 influencer, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas edukasi pertanian.
Secara keseluruhan, Groo Festival diikuti oleh 540 peserta yang terdiri dari petani dan pegiat urban farming dari berbagai daerah di Indonesia. Petrokimia Gresik berharap praktik budidaya yang optimal ini dapat diadopsi oleh petani lain di Jawa Timur untuk memperluas manfaat program.