bytedaily
Kamis, 16 Juli 2026 - 14:24 WIB

PGN Suplai CNG ke Bio Farma untuk Dukung Transisi Energi Sektor Kesehatan

Redaksi 16 Juli 2026 1 views
PGN Suplai CNG ke Bio Farma untuk Dukung Transisi Energi Sektor Kesehatan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Bio Farma (Persero) menjalin kerja sama dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) untuk memanfaatkan compressed natural gas (CNG) sebagai sumber energi di fasilitas produksi Bio Farma di Bandung. Langkah ini merupakan pertama kalinya Bio Farma menggunakan CNG dalam kegiatan operasionalnya dan menjadi bagian dari upaya perluasan pemanfaatan gas bumi di sektor kesehatan guna mendukung transisi energi serta efisiensi operasional.

Direktur Operasi Bio Farma, Iin Susanti, menyatakan bahwa penggunaan CNG sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), khususnya dalam pemanfaatan energi rendah emisi yang lebih ramah lingkungan.

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menambahkan bahwa kolaborasi ini memperluas jangkauan manfaat CNG ke sektor-sektor esensial yang krusial bagi masyarakat, termasuk industri kesehatan. Pihaknya menekankan pentingnya keandalan pasokan energi di fasilitas produksi seperti Bio Farma untuk menjaga kesinambungan produksi yang berdampak pada layanan kesehatan publik.

PGN Gagas, sebagai anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), menyediakan layanan gas bumi non-pipa melalui CNG dan liquefied natural gas (LNG) bagi pelanggan industri dan komersial yang belum terjangkau jaringan gas pipa. Kerja sama dengan Bio Farma menambah daftar pelanggan layanan Gaslink milik PGN Gagas, yang hingga Juni 2026 telah melayani lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran gas hampir 11 BBTUD.

Dalam kerja sama ini, PGN Gagas akan memasok sekitar 300 ribu meter kubik CNG per bulan untuk memenuhi kebutuhan operasional Bio Farma. Penggunaan CNG ini diproyeksikan dapat menekan biaya operasional hingga 40 persen dibandingkan sumber energi sebelumnya. Pemanfaatan gas bumi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional Bio Farma sebagai produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga memperkuat ketahanan energi industri kesehatan nasional sekaligus menjadi contoh sinergi BUMN dalam transisi energi bersih.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.