bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus berupaya memperkuat fondasi bisnisnya guna menjawab peningkatan kebutuhan energi nasional. Fokus utama perusahaan adalah optimalisasi infrastruktur yang telah dibangun, peningkatan keandalan operasional, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru untuk menopang ketahanan energi Indonesia.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menekankan pentingnya memastikan infrastruktur gas bumi yang ada dapat beroperasi secara andal dan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan energi nasional dalam jangka panjang. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN mengelola infrastruktur gas bumi terintegrasi dengan total aset sekitar 6,2 miliar dolar AS, mencakup jaringan pipa lebih dari 33 ribu kilometer yang melayani lebih dari 825 ribu pelanggan dari berbagai segmen.
Jaringan pipa PGN berfungsi sebagai tulang punggung distribusi gas bumi nasional dan mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah, dengan penguasaan lebih dari 91 persen pangsa pasar niaga gas bumi nasional. Skala infrastruktur dan basis pelanggan ini menjadi modal penting bagi PGN untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan energi domestik di masa mendatang.
Selain menjaga keandalan operasional dan keselamatan, PGN juga menjalankan proyek strategis untuk memperkuat konektivitas energi nasional. Salah satunya adalah penugasan PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk mengoperasikan Pipa Transmisi Gas Cirebon-Semarang (CISEM) Tahap II, yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas pasokan gas antarwilayah dan memperluas pemanfaatan gas bumi domestik untuk sektor industri dan kelistrikan.
PGN juga aktif memperluas akses terhadap sumber pasokan energi dan mengembangkan pasar baru untuk memperkuat ketahanan pasokan jangka panjang melalui berbagai kerja sama strategis. Dari sisi operasional, pada kuartal pertama 2026, volume distribusi gas bumi PGN tercatat mencapai 777 BBTUD dan volume transmisi mencapai 1.539 MMSCFD, menunjukkan peran vital gas bumi bagi sektor ekonomi nasional.
Kondisi keuangan PGN dinilai cukup kuat untuk mendukung agenda ekspansi dan investasi. Hingga akhir Maret 2026, rasio utang terhadap modal (DER) perseroan berada di kisaran 29 persen dengan kas dan setara kas mencapai sekitar 1,36 miliar dolar AS. Rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 21 kali juga mencerminkan kemampuan pendanaan dan fleksibilitas keuangan perusahaan.