bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, melakukan porting pada intake manifold pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan aliran udara ke dalam mesin. Peningkatan aliran udara ini berkorelasi dengan peningkatan tenaga kuda dan membuat respons mesin terhadap pedal gas terasa lebih baik. Intake manifold standar, terutama pada mesin yang tidak berorientasi pada performa, seringkali memiliki permukaan kasar dan tepi tajam yang dapat mengurangi aliran udara. Porting adalah proses menghaluskan permukaan tersebut dan membulatkan sudut-sudut tajam untuk mengoptimalkan aliran udara. Semakin sedikit hambatan, semakin besar volume udara yang dapat melewati intake, yang diukur dalam kaki kubik per menit (CFM), sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar.
Porting intake manifold tidak akan mengubah mesin empat silinder EcoBoost menjadi sekuat Shelby, namun dapat memberikan peningkatan yang signifikan. Beberapa pakar industri memperkirakan peningkatan tenaga antara 10 hingga 20% pada aplikasi tertentu jika dilakukan dengan benar. Namun, perlu dicatat bahwa hasil yang didapat bisa minimal atau bahkan negatif jika pengerjaan tidak tepat. Untuk memaksimalkan efek dari intake manifold yang sudah di-porting, modifikasi pendukung performa lainnya umumnya diperlukan.
Porting sangat bermanfaat untuk mesin yang berputar tinggi dan mesin naturally aspirated yang tidak memiliki turbocharger untuk membantu mendorong lebih banyak udara ke dalam mesin. Untuk mendapatkan peningkatan tenaga yang lebih besar lagi, sangat disarankan untuk melakukan porting pada cylinder head, exhaust manifold, dan turbocharger (jika ada).
Proses porting intake manifold oleh bengkel profesional biasanya memakan biaya mulai dari lebih dari $200, dengan pekerjaan yang lebih kompleks bisa mencapai $1.000 atau lebih. Namun, dengan peralatan dasar dan kemauan, port-matching bisa menjadi salah satu pekerjaan perawatan musim semi yang dapat Anda lakukan sendiri, sehingga menghemat biaya yang cukup besar. Port-matching adalah jenis porting yang bertujuan untuk menyelaraskan diameter dua bukaan, seperti ujung runner pada intake manifold dengan bukaan port pada cylinder head. Alat yang dibutuhkan cukup standar dan mudah didapatkan. Seorang DIYer akan membutuhkan die grinder (udara atau listrik), mata gerinda karbida, shank ekstensi, rol amplas, abrasif, dan flap wheel, serta alat pelindung diri untuk menjaga serpihan logam tidak masuk ke mata dan wajah.
Langkah pertama adalah melepas intake manifold, sehingga gasket dapat digunakan sebagai template untuk menandai seberapa banyak material yang perlu dihilangkan saat port-matching. Cukup gunakan gasket sebagai panduan untuk menandai area yang perlu dikerjakan. Ukur port dengan kaliper secara hati-hati untuk menghindari pengerjaan berlebih. Kemudian, mulailah menggerinda menggunakan die grinder. Berhati-hatilah agar tidak menghilangkan terlalu banyak material di bawah garis gasket, dan hindari menciptakan bentuk seperti balon, karena ini dapat menghambat aliran udara. Selanjutnya, gunakan rol amplas untuk menghaluskan permukaan secara bertahap hingga menghasilkan lapisan akhir yang halus, sebelum menggunakan flap wheel untuk membulatkan tepi-tepi di dalam manifold.
Beberapa kelemahan awal dari porting intake manifold cukup jelas. Pertama, jika Anda tidak merasa nyaman melakukannya sendiri, biayanya bisa menjadi mahal dan mungkin bukan modifikasi mobil dengan nilai terbaik untuk memulai. Sebagai contoh, penyesuaian unit kontrol mesin (ECU) yang sederhana bisa memakan biaya serupa dan memberikan peningkatan tenaga yang lebih nyata jika mobil Anda menggunakan turbocharger.
Kedua, ada risiko kesalahan pengerjaan. Seperti yang disebutkan, port-matching yang tidak tepat justru dapat merusak aliran udara di dalam sistem intake Anda, menghasilkan efek yang berlawanan. Selain itu, upaya untuk meningkatkan tenaga puncak melalui porting dapat mengorbankan torsi putaran bawah.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.