bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Prabowo Dorong Transisi Motor Listrik dengan Insentif Fiskal dan Pembiayaan

Redaksi 13 Agustus 2026 7 views
Prabowo Dorong Transisi Motor Listrik dengan Insentif Fiskal dan Pembiayaan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Presiden Prabowo Subianto mengimbau masyarakat untuk segera beralih dari penggunaan motor berbahan bakar fosil ke motor listrik. Pemerintah berencana memberikan sejumlah kemudahan, baik dalam aspek fiskal maupun pembiayaan, guna memfasilitasi transisi ini.

Dalam peresmian Motor Listrik Nasional (Molinas) dan ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (13/8/2026), Presiden Prabowo menyatakan, "Jadi nanti kalau masih ada yang pakai motor bensin, rasain sendiri." Pernyataan ini mengindikasikan adanya kebijakan yang akan menguntungkan pengguna motor listrik.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa berbagai fasilitas akan disiapkan, termasuk kemungkinan penurunan suku bunga cicilan untuk pembelian motor listrik dan upaya pembebasan uang muka (DP). Ia berharap masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi dari penggunaan motor listrik, yang diprediksi dapat menghemat pengeluaran harian antara 50 hingga 70 persen dibandingkan motor bensin.

Acara peluncuran Molinas turut dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Komisaris PT Indika Energy Arsjad Rasjid. Beberapa tokoh pengusaha lainnya seperti Hapsoro Sukmonohadi dan Wisnu Wardhana juga turut hadir.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi keberanian para pelaku usaha swasta yang berinvestasi dalam produksi motor listrik di tengah persaingan global. Ia menyebut inisiatif tersebut sebagai bagian dari semangat "Indonesia Incorporated" untuk membangun kemandirian industri dalam negeri.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.