bytedaily
Kamis, 25 Juni 2026 - 07:33 WIB

Prabowo Ungkap Pernah Minta Pemerintah Tak Impor Beras Saat Panen Raya

Redaksi 25 Juni 2026 1 views
Prabowo Ungkap Pernah Minta Pemerintah Tak Impor Beras Saat Panen Raya
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Presiden terpilih Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya beberapa tahun lalu saat menjabat sebagai ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Kala itu, Prabowo mendatangi Aburizal Bakrie, yang menjabat sebagai Menko Bidang Perekonomian pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, untuk menyampaikan imbauan agar pemerintah tidak melakukan impor beras.

Menurut Prabowo, impor beras saat petani dalam negeri hendak memasuki masa panen dapat berdampak buruk pada harga gabah. Hal ini berpotensi menekan keuntungan petani dan membuat mereka kesulitan menutup modal. "Hancur harga untuk petani. Petani kita tidak bisa untung, tidak kembali modal," ujar Prabowo saat menghadiri acara Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6).

Prabowo juga menyinggung adanya pandangan dari sebagian kalangan pada waktu itu yang menilai Indonesia tidak perlu memprioritaskan produksi pangan domestik jika negara lain mampu menghasilkan beras dengan biaya lebih murah dan produktivitas lebih tinggi. Ia mengaku terkejut dengan pandangan tersebut, bahkan ada penasihat pemerintah yang menyarankan untuk membeli beras dari Vietnam jika petani negara tersebut dinilai lebih efisien.

Presiden terpilih ini menekankan bahwa pandangan tersebut mengabaikan tujuan utama pembangunan nasional, yaitu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk petani, nelayan, dan pekerja lainnya. Ia menegaskan bahwa perjuangan mendirikan negara merdeka bertujuan agar rakyat Indonesia dapat hidup lebih layak melalui akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan, dan penghasilan yang memadai.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.